Brainstorming Pengawas PAI Banyumas dengan Kakankemenag Kawal Astaprotas
Oleh HUMAS
Purwokerto - Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan Brainstorming sekaligus Pembinaan oleh Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Ibnu Asaddudin, bertempat di Ruang Seksi PAIS. Dalam arahannya, beliau menekankan urgensi peran Pengawas PAI dalam mengawal Program Astaprotas Kemenag, yaitu layanan publik yang akuntabel, sinergis, transparan, profesional, dan berkualitas. “Membangun komitmen kebersamaan, berprestasi, dan menjadi yang terbaik adalah kunci utama. Untuk itu, kita akan segera adakan Rakor pimpinan dan Rakor Pendidikan yang melibatkan seluruh stakeholder,” tegasnya. Senin (01/12)
Ibnu Asaddudin juga memberikan motivasi agar Pengawas PAI terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya kepada guru-guru PAI. Meskipun mereka berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, namun pembinaan dan peningkatan kualitas tetap menjadi kewenangan dan tanggung jawab Kemenag Banyumas melalui Pengawas PAI. Beliau berharap para Pengawas mampu menjadi motor penggerak mutu pendidikan agama yang lebih bermartabat dan berdampak.
Dalam kesempatan tersebut,Siti Nurhidayati, selaku Ketua Pokjawas PAI Banyumas, menyampaikan bahwa meskipun wilayah binaan luas dan jumlah satuan pendidikan cukup banyak, para Pengawas tetap semangat, bahagia, dan berkomitmen memberikan yang terbaik dalam pendampingan peningkatan kompetensi guru. Ia juga memohon bimbingan dan dukungan karena dalam waktu dekat, pada tanggal 9–10 Desember 2025, Pokjawas PAI Banyumas akan menjadi tuan rumah Sharing Session Pokjawas PAI se-Jawa Tengah bertempat di Hotel Moro Seneng Baturraden.
Sementara itu, Dudiyono, selaku Pengawas PAI, menegaskan bahwa seluruh program kerja Pengawas PAI selalu merujuk pada prinsip Astaprotas, serta dilaksanakan dengan bersinergi bersama stakeholder sekolah maupun pihak terkait lainnya. Ia optimis, jika kolaborasi ini terus berjalan baik, Pendidikan Agama Islam di Banyumas akan semakin bermutu dan mampu mencetak guru-guru yang berimpak positif bagi murid, sehingga lahir generasi hebat, cerdas, dan cerah untuk masa depan bangsa. (DU)
