Citra, Duta Pelajar Peduli HIV-AIDS Kabupaten Banyumas

Oleh MTs Manu 1 Jatilawang
SHARE

Purwokerto – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas yang diketuai Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyelenggarakan kegiatan pengukuhan “Duta Pelajar/Santri Peduli HIV-AIDS” di rumah makan RM Oemah Daun Purwokerto. Agenda ini merupakan bagian dari strategi kebijakan promotif-preventif berbasis generasi muda guna memperkuat literasi kesehatan serta perlindungan anak dan remaja terhadap risiko epidemi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di wilayah Kabupaten Banyumas. Rabu (03/12)

Kegiatan tersebut diawali dengan sesi pembukaan yang menekankan kerangka ilmiah penanggulangan HIV-AIDS berbasis edukasi, advokasi, dan intervensi sosial yang terukur. Pemerintah Kabupaten Banyumas, melalui Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menyampaikan sambutan resmi mewakili eksekutif daerah. Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa tujuan program pengukuhan duta tidak hanya simbolik, melainkan operasional sebagai agen perubahan (agent of change) dan komunikator sebaya (peer educator) di lingkungan pendidikan formal maupun pesantren. Penekanan sambutan diarahkan pada tiga pilar utama, yakni peningkatan kapasitas literasi saintifik remaja tentang HIV-AIDS, penguatan sikap empati dan non-stigma terhadap Orang dengan HIV-AIDS (ODHA), serta implementasi kampanye preventif berdasarkan standar etika kesehatan publik.

Sebanyak enam pelajar dan santri dari jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) se-Kabupaten Banyumas berhasil lolos proses seleksi berdasarkan kriteria rekam jejak kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta komitmen advokasi kesehatan. Salah satu duta, Citra Lestari yang merupakan peserta dari MTs Ma'arif NU 1 Jatilawang, menyampaikan pernyataan pers usai pengukuhan. Ia menuturkan rasa bangganya atas amanah yang diberikan, sekaligus berkomitmen memperluas edukasi mengenai pencegahan HIV-AIDS kepada pelajar dan santri lain melalui pendekatan ilmiah yang ramah remaja. Citra menyampaikan bahwa perasaan bangga yang ia rasakan menjadi motivasi intrinsik dalam menjalankan perannya sebagai duta literasi kesehatan dan advokasi sosial di komunitas pendidikan.

Kepala MTs Ma’arif NU 1 Jatilawang, Nurdin, yang juga hadir dalam agenda tersebut, memberikan komentar tambahan kepada media. Beliau menyatakan bahwa "institusi madrasah akan mendukung penuh program ini melalui integrasi pesan kampanye ke dalam kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, maupun ekstrakurikuler". Menurutnya, keterlibatan Citra dan duta lain menjadi peluang strategis untuk membangun budaya sekolah dan pesantren yang responsif terhadap isu kesehatan publik, terutama HIV-AIDS, dengan tetap berpegang pada perspektif ilmiah dan nilai keagamaan.

Prosesi pengukuhan dilakukan secara simbolis melalui pemasangan rompi identitas serta pemberian piagam pengesahan sebagai “Duta Pelajar Peduli HIV-AIDS.” Acara berlangsung meriah, dinamis, dan partisipatif, diiringi antusiasme peserta serta dukungan moral dari hadirin. Agenda ini turut disaksikan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) serta pemangku kebijakan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Kehadiran lintas sektor tersebut menandakan dukungan kolaboratif yang kuat dalam pengendalian epidemi HIV-AIDS melalui pendekatan preventif berbasis remaja.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah bersama KPA dan Dinas Kesehatan akan menyusun peta jalan (roadmap) pembinaan duta pelajar yang meliputi pelatihan berbasis evidence-based education, pendampingan psikososial, penguatan kampanye, hingga mekanisme monitoring dan evaluasi program secara periodik. Duta pelajar diharapkan menjadi ujung tombak perluasan informasi yang valid, ilmiah, dan etis guna menekan laju penularan HIV-AIDS, meningkatkan penerimaan sosial terhadap ODHA tanpa stigma, serta membangun lingkungan pendidikan yang aman, peduli, dan berketahanan kesehatan (health resilience community). (k’syuk)