Dari Cerita Lisan ke Karya Abadi: Guru MAN 1 Banyumas Luncurkan Buku Situs Bandingan dalam Sejarah
Oleh MAN 1 Banyumas
Purwokerto — Kabar membanggakan datang dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyumas. Salah satu gurunya, Khamami Puspayanti, resmi meluncurkan buku berjudul “Situs Bandingan dalam Sejarah” yang diterbitkan oleh Deepublish (Grup Penerbitan CV Budi Utama). Selasa (28/04)
Buku ini lahir dari kegelisahan sekaligus kepedulian penulis terhadap keberadaan sejarah lokal, khususnya di Kabupaten Purbalingga, yang selama ini lebih banyak hidup dalam bentuk cerita lisan. Khamami mengungkapkan bahwa inspirasi awal berasal dari catatan tangan sang ayah yang mendokumentasikan kisah-kisah tersebut. Dari situlah muncul tekad untuk mengabadikannya dalam bentuk buku agar tidak lekang oleh waktu.
“Cerita-cerita ini awalnya hanya disampaikan secara lisan, kemudian oleh bapak saya ditulis tangan. Saya merasa perlu menjadikannya buku agar lebih awet dan bisa dipelajari oleh generasi berikutnya,” ujarnya.
Buku “Situs Bandingan dalam Sejarah” mengajak pembaca menyusuri perjalanan historis sekaligus spiritual. Di dalamnya, pembaca akan menemukan kisah-kisah penting dari masa Majapahit hingga awal penyebaran Islam di tanah Jawa. Salah satu bagian menarik mengangkat tentang Candi Panembahan sebagai tempat peristirahatan Mbah Wangkot yang memilih menetap setelah masa penuh gejolak.
Selain itu, buku ini juga mengisahkan perjalanan Syekh Jambu Karang, tokoh yang melintasi batas-batas spiritual dan budaya. Dalam narasinya, “Bandingan” tidak hanya dimaknai sebagai lokasi ziarah, tetapi juga sebagai ruang yang menyimpan jejak sejarah, pergulatan batin, serta transformasi spiritual yang mendalam.
Melalui karya ini, Khamami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal dan mencintai sejarah lokal. Ia juga menyampaikan harapan agar buku ini menjadi awal dari karya-karya berikutnya. “Masih banyak ide yang belum tertuangkan. Semoga ke depan bisa saya lanjutkan dalam tulisan berikutnya,” tambahnya.
Apresiasi pun datang dari Kepala MAN 1 Banyumas, Muslimin Winoto, yang menyambut baik terbitnya buku tersebut. Ia menilai karya ini sebagai langkah nyata dalam mengangkat kekayaan sejarah lokal sekaligus menjadi inspirasi bagi guru dan siswa untuk terus berkarya.
“Ini bukan hanya kebanggaan bagi madrasah, tetapi juga kontribusi penting dalam pelestarian sejarah lokal. Semoga semakin banyak karya lahir dari lingkungan MAN 1 Banyumas,” ungkapnya.
Terbitnya buku ini menjadi bukti bahwa peran guru tidak hanya sebagai pendidik di kelas, tetapi juga sebagai penjaga dan pengembang khazanah budaya serta sejarah bangsa. (hms)
