Dari Layar Wayang ke Hati Siswa: Kisah Resi Jathayu Menggema di Kelas
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas - Pembelajaran muatan lokal Bahasa Jawa hari ini berlangsung istimewa dan penuh antusias. Materi epos Ramayana dengan lakon “Resi Jathayu” disajikan secara kreatif menggunakan media wayang oleh guru Bahasa Jawa Umu Sya’adah, sehingga suasana kelas terasa hidup, menarik, dan menyenangkan. Rabu (20/01/26)
Sejak awal pembelajaran, siswa tampak terpikat oleh alur cerita dan karakter tokoh yang ditampilkan melalui wayang. Media ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu visual, tetapi juga mampu menghadirkan dialog dan ekspresi yang membuat kisah Ramayana terasa dekat dan mudah dipahami. Nilai-nilai keteladanan seperti keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan dalam sosok Resi Jathayu pun tersampaikan dengan kuat.
Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam menyimak, bertanya, dan menanggapi jalannya cerita. Pembelajaran berlangsung interaktif dan hangat, menjadikan kelas sebagai ruang belajar yang menyenangkan sekaligus sarat makna budaya.
“Melalui wayang, saya ingin siswa tidak hanya memahami cerita Ramayana, tetapi juga menangkap pesan moralnya dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Jawa,” ungkap Umu Sya’adah.
Melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal ini, muatan lokal Bahasa Jawa menjadi media pelestarian budaya sekaligus penguatan karakter siswa. Wayang terbukti mampu menjembatani tradisi dan pendidikan, membawa kisah klasik dari layar wayang langsung ke hati para siswa.(HumasMTsN3).
