Dari Sapu hingga Doa, Kelas 9C Menulis Pelajaran Kehidupan di Mushola Al Mujahidin
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas - Suasana pagi di MTs Negeri 3 Banyumas kembali diwarnai dengan pembiasaan yang sarat makna. Setelah mengawali hari dengan doa bersama, murid kelas 9C yang didampingi wali kelas Mutiara Nur Izzati, bergerak menuju Mushola Al Mujahidin untuk melaksanakan jadwal piket kebersihan. Tanpa aba-aba panjang, mereka segera mengambil sapu, kemoceng, pel, dan berbagai peralatan kebersihan dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab. Rabu (22/07)
Pemandangan yang tersaji bukan sekadar aktivitas membersihkan ruangan. Di setiap sudut mushola terlihat murid saling berbagi peran. Ada yang menyapu lantai, mengepel, membersihkan jendela, merapikan rak Al-Qur'an, hingga memastikan tempat wudu tetap bersih dan nyaman digunakan. Semua bekerja dengan kesadaran bahwa kebersihan rumah ibadah adalah tanggung jawab bersama.
Menariknya, tidak ada pekerjaan yang dianggap lebih ringan ataupun lebih berat. Setiap murid mengambil bagian sesuai kebutuhan, saling membantu ketika pekerjaan mulai menumpuk, dan saling mengingatkan agar hasilnya maksimal. Nilai gotong royong, kepedulian, komunikasi, dan kerja sama tumbuh secara alami melalui aktivitas sederhana yang dilakukan bersama. Inilah pembelajaran karakter yang tidak hanya dipelajari di dalam kelas, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan piket kebersihan Mushola Al Mujahidin juga mengajarkan bahwa pekerjaan akan terasa lebih ringan ketika dilakukan bersama. Pembagian tugas yang baik membuat seluruh proses berlangsung secara efektif dan efisien. Dalam waktu yang relatif singkat, mushola kembali bersih, rapi, dan siap digunakan untuk berbagai aktivitas ibadah warga madrasah.
Di bawah pendampingan Mutiara Nur Izzati, murid-murid tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan tugas, tetapi juga diajak memahami makna di balik setiap pekerjaan yang dilakukan. Bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari keimanan, sementara kebersamaan dalam bekerja adalah bekal penting untuk menghadapi kehidupan bermasyarakat di masa depan.
Bagi MTs Negeri 3 Banyumas, sapu dan pel bukan sekadar alat kebersihan. Keduanya menjadi media untuk menanamkan karakter, melatih kepedulian, membangun budaya gotong royong, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan madrasah. Karena sejatinya, mushola yang bersih lahir dari tangan-tangan yang peduli, dan karakter yang kuat tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan dengan ikhlas setiap hari.(HumasMTsN3)
