Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Somagede Gelar Rapat Kerja, Tekankan Peran Istri Hingga Pelatihan Kreatif
Somagede – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Somagede menggelar Rapat Kerja di Aula Kecamatan Somagede. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga sarana penguatan peran perempuan dalam keluarga, dukungan program pemerintah, serta peningkatan keterampilan anggota. Jumat (23/10)
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DWP Unsur Pelaksana KUA Somagede, Binti Fairuz Mustafiq, dengan didampingi Yasaroh dan Nuryati. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan serta pembacaan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita yang diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta.
Acara dilanjutkan dengan sesi santapan rohani yang disampaikan oleh Ikeu Khoirunnisa mengusung tema "8 Lelah yang Disukai Allah SWT". Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan, mulai dari lelah dalam beribadah, menuntut ilmu, mencari nafkah yang halal, mendidik anak, mengurus rumah tangga, hingga lelah saat menghadapi ujian sakit maupun kekurangan.
Sementara itu, Penasihat DWP Kecamatan Somagede, Misnuraini, dalam sambutannya mengapresiasi keaktifan para anggota yang terus menyokong keberlangsungan organisasi. Beliau menegaskan pentingnya ketenangan dan ketenteraman di tingkat keluarga sebagai fondasi utama pendukung kinerja suami.
"Pertemuan ini merupakan wadah silaturahmi sekaligus sarana untuk memperluas wawasan dan memperbarui keterampilan diri. Masalah teknis seperti seragam hendaknya tidak menjadi penghalang bagi ibu-ibu untuk aktif berkontribusi," ujar Misnuraini.
Dalam kesempatan tersebut, Misnuraini turut mengajak anggota DWP untuk aktif mensukseskan berbagai program strategis pemerintah, di antaranya penanganan dan pencegahan stunting, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga optimalisasi peran Koperasi Desa Merah Putih.
Ia juga meluruskan dinamika informasi publik terkait program Universal Health Coverage (UHC) di daerah. Misnuraini menegaskan bahwa program UHC tidak dihentikan, melainkan sedang menjalani proses evaluasi agar tepat sasaran bagi masyarakat pada desil 1 hingga 5. Adapun masyarakat pada desil 6 hingga 10 tetap dapat memperoleh bantuan melalui skema CSR untuk penanganan penyakit kronis dan tertentu seperti jantung, HIV, serta thalasemia. Beliau sekaligus menepis rumor yang menyebutkan adanya pengalihan anggaran UHC ke moda transportasi Trans Banyumas.
Menjelang akhir sesi, suasana rapat kerja diisi dengan kegiatan pelatihan keterampilan menghias tumbler (Strap Bottle Tumbler) yang dipandu oleh Cuwarti Suwarno. Para peserta antusias mempelajari teknik menganyam tali paracord berdiameter 4 milimeter menggunakan pengukur dan gunting untuk menghasilkan gantungan botol minum yang estetis dan fungsional.
Rangkaian rapat kerja DWP Kecamatan Somagede ini kemudian ditutup secara resmi dengan semangat kebersamaan untuk terus membawa dampak positif bagi keluarga dan masyarakat sekitar. (NurY)
