Doa dan Cinta Kunjungi Siswa yang Sedang Berjuang Lawan Penyakit

Oleh MTs Manu 1 Jatilawang
SHARE

Banyumas – MTs Ma'arif NU 1 Jatilawang menunjukkan nilai kebersamaan dan kepedulian melalui kegiatan kemanusiaan dengan menjenguk salah satu muridnya yang sedang menjalani perawatan usai kecelakaan. Kunjungan tersebut dilakukan oleh wali kelas VII H, anggota IPNU dan IPPNU, dan perwakilan teman sekelas murid yang sakit. Selasa (20/01/26)

Lathif kelas VII H mengalami kecelakaan dan harus dirawat karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan intensif selama beberapa hari terakhir. Berdasarkan informasi dari keluarga, Lathif mengalami beberapa luka dianggota tubuhnya.

Dalam kunjungan tersebut, perwakilan madrasah membawa bantuan berupa paket sembako, buah-buahan segar, serta kartu ucapan doa dari seluruh teman sekelas dan guru. Selain itu, pihak madrasah juga memberikan bantuan biaya medis.

"Nilai kemanusiaan dan kepedulian adalah bagian penting dari pembentukan karakter murid kita. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menunjukkan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga keluarga yang selalu ada untuk saling mendukung." ungkap wali kelas VII H, Sutiah.

Anggota IPNU dan IPPNU yang mewakili teman-teman sekelas, menyampaikan harapan dari seluruh teman. "Kita semua sangat merindukan kehadiran Kakak Aisyah di kelas. Semoga dengan doa dan dukungan kita, Lathif bisa segera sembuh dan kembali bergabung dengan kita belajar bersama." ujarnya.

Keluarga Lathif  yang sangat bersyukur atas kedatangan tim dari MTs Ma'arif NU 1 Jatilawang menyampaikan bahwa dukungan tersebut menjadi semangat tambahan bagi Lathif dalam proses pemulihannya. Menurut ibu dari Lathif, kondisi kesehatan anaknya kini sudah menunjukkan perkembangan yang positif.

Selain menjenguk, pihak madrasah juga telah menyusun program bimbingan belajar khusus untuk Lathif agar tidak tertinggal pelajaran selama menjalani perawatan. Guru mata pelajaran terkait akan secara berkala memberikan materi pelajaran dan tugas yang dapat dikerjakan di rumah sakit atau rumah.

Kegiatan kemanusiaan ini menjadi bagian dari program madrasah yang bertujuan untuk mengajarkan murid tentang pentingnya empati, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Pihak madrasah juga mengungkapkan bahwa akan terus melakukan kegiatan serupa jika ada murid atau anggota komunitas madrasah yang membutuhkan dukungan.