Edukasi Fikih Kewanitaan, MTs Negeri 3 Banyumas Dampingi Murid Pahami Haid dan Bersuci
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas - Komitmen MTs Negeri 3 Banyumas dalam membentuk generasi muslimah yang cerdas dan berakhlak diwujudkan melalui kegiatan edukasi fikih kewanitaan bagi murid perempuan yang sedang mengalami haid. Kegiatan ini dipandu oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Laely Mahmudah, didampingi Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Latifatul Azizah, serta melibatkan anggota OSIM sebagai pendamping. Suasana pembinaan berlangsung hangat, komunikatif, dan penuh kekeluargaan sehingga murid merasa nyaman mengikuti setiap sesi. Rabu (22/07)
Pada kesempatan tersebut, murid dibekali pemahaman mengenai fikih haid, mulai dari pengertian darah haid, masa minimal dan maksimal haid, perbedaan haid dengan istihadah, hingga ketentuan ibadah yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan diselingi sesi tanya jawab sehingga murid dapat menyampaikan berbagai pertanyaan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memahami hukum-hukum yang berkaitan dengan haid, murid juga mendapatkan edukasi mengenai tata cara bersuci melalui mandi wajib (mandi janabah) setelah selesai masa haid. Penjelasan diberikan secara runtut mulai dari niat, rukun, hingga tata cara mandi wajib sesuai tuntunan syariat Islam. Bekal ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran murid untuk senantiasa menjaga kesucian diri sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah kepada Allah SWT.
Keterlibatan anggota OSIM dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian organisasi siswa terhadap penguatan literasi keagamaan di lingkungan madrasah. Dengan pendampingan para guru, suasana pembinaan menjadi lebih interaktif dan terbuka, sehingga murid tidak merasa sungkan untuk berdiskusi mengenai persoalan fikih kewanitaan yang sering dianggap sebagai hal yang sensitif.
Melalui edukasi fikih kewanitaan ini, MTs Negeri 3 Banyumas terus berupaya menghadirkan pendidikan yang menyentuh aspek akademik, karakter, dan spiritual secara seimbang. Pembinaan ini menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam membekali murid dengan pemahaman agama yang benar, sehingga mereka tumbuh menjadi muslimah yang berilmu, berakhlak mulia, percaya diri, serta mampu mengamalkan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.(HumasMTsN3).
