Hadirkan Pencerahan Spiritual di Rutan Banyumas

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Banyumas, 21 November 2025 – Upaya pembinaan kepribadian bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektoral. Hari ini, suasana Rutan dipenuhi kehangatan saat tim Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sokaraja hadir untuk menyampaikan materi rehabilitasi mental-spiritual. Mengambil tema vital "Hubungan Sosial dan Keluarga", kegiatan ini bertujuan mendasar untuk memulihkan dan mempersiapkan mental warga binaan agar dapat diterima kembali dan beradaptasi secara harmonis di lingkungan keluarga dan masyarakat setelah menjalani masa pidana.

Dalam sesi penyampaian materi utama yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam, Muhammad Nuh,  menekankan bahwa keluarga adalah pondasi utama dalam proses taubat dan perubahan hidup. Warga binaan diajak untuk merenungkan kembali peran mereka, memahami dampak perilaku mereka terhadap orang-orang terdekat, dan menyusun strategi konkret untuk membangun kembali kepercayaan serta komunikasi yang sehat pasca-pembebasan.

Untuk menjaga fokus dan semangat peserta, sesi serius tersebut dilanjutkan dengan ice breaking yang dipandu dengan ceria oleh Dina Nurmarita, Sesi interaktif ini berhasil mencairkan ketegangan, menumbuhkan senyum, dan menciptakan ikatan emosional positif antara penyuluh dan warga binaan.

Partisipasi warga binaan yang hadir menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Mereka tidak hanya mendengarkan dengan serius, tetapi juga aktif berinteraksi. Penyuluh dalam menyajikan materi yang relevan, ditambah dengan sesi penyegaran yang menyenangkan, membuat kegiatan ini sangat dinantikan. Kegiatan ini menegaskan peran strategis Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja tidak hanya di lingkup masyarakat umum, tetapi juga di lembaga pemasyarakatan. 

Pelibatan PAI dalam program rehabilitasi di Rutan merupakan bentuk khidmah (pengabdian) nyata Kementerian Agama dalam pembinaan umat, khususnya mereka yang sedang menjalani masa pidana. Diharapkan, bekal pemahaman tentang pentingnya nilai-nilai keluarga dan hubungan sosial yang disampaikan hari ini dapat menjadi modal utama bagi warga binaan untuk menjalani hidup baru yang lebih baik, istiqomah dalam kebaikan, dan terhindar dari pengulangan tindak pidana di masa depan.(yud)