Istighosyah Kubro dan Peringatan Isra Miraj Menghidupkan Ruh Ibadah Siswa

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas - Suasana madrasah berubah menjadi ruang munajat yang penuh kekhusyukan. Istighasyah Kubra, Khataman Al-Qur’an, dan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW digelar sebagai ikhtiar bersama untuk menumbuhkan dan memantapkan keyakinan serta pengamalan ibadah siswa kepada Allah SWT. Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum spiritual yang menggugah hati dan menenangkan jiwa. Sabtu (17/01/26)

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Madrasah, Sudir. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguatan ibadah merupakan fondasi utama pendidikan. Menurutnya, ilmu yang dipelajari siswa akan menemukan maknanya ketika diiringi dengan iman yang kokoh dan kedekatan yang terus terjaga dengan Allah SWT.

Kekhidmatan semakin terasa saat khataman Al-Qur’an dipandu oleh H. Sultoni. Lantunan ayat suci mengalir dengan tertib dan penuh penghayatan, menghadirkan suasana sakral yang menanamkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sekaligus mempertegas perannya sebagai pedoman hidup sepanjang masa.

Puncak acara diisi dengan mau‘izhah hasanah oleh Kyai Kursin Al-Ghazali. Dengan bahasa yang sejuk dan menyentuh, beliau menguraikan makna agung peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Pesan utama yang ditekankan adalah tentang salat sebagai hadiah langsung dari Allah dan pilar utama dalam membangun kepribadian muslim. Isra Mikraj, menurut beliau, bukan sekadar kisah luar biasa, melainkan panggilan untuk memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Istighasyah kubro yang mengiringi rangkaian acara menjadi puncak doa bersama. Seluruh hadirin larut dalam munajat, memohon ampunan, keberkahan ilmu, serta keistiqamahan dalam iman dan amal. Doa-doa yang dipanjatkan mencerminkan harapan besar agar siswa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

Melalui kegiatan ini, madrasah meneguhkan komitmennya menghadirkan pendidikan yang menyentuh hati. Pendidikan yang tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi mampu menanamkan nilai ibadah, keimanan, dan akhlak mulia sebagai bekal utama menapaki masa depan.(HumasMTsN3).