Jurus Ampuh Ibu PKK Kedungpring Hadapi Ujian Hidup

Oleh KUA KEMRANJEN
SHARE

Banyumas – Siapa bilang bimbingan agama itu harus kaku dan bikin kantuk? Suasana berbeda justru terasa di pertemuan ibu-ibu PKK RW 4 Desa Kedungpring, Kecamatan Kemranjen, baru-baru ini. Bukannya tegang, puluhan ibu-ibu ini justru tampak asyik menyimak "resep" kehidupan yang dibagikan oleh Sigit, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kemranjen. Selasa (13/01)

Pertemuan rutin yang biasanya diisi dengan arisan dan pembicaraan program lingkungan, kali ini terasa lebih "berisi". Sigit, sapaan akrab sang penyuluh, membawakan materi dengan gaya yang santai, renyah, dan sangat dekat dengan keseharian emak-emak. Temanya pun sangat relevan: resep menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan. "Hidup itu ibarat masakan, Bu. Kadang kurang garam, kadang terlalu pedas. Nah, supaya tetap enak dinikmati meski bumbunya lagi nggak pas, kita butuh resep sabar dan syukur yang takarannya harus pas," seloroh Sigit di hadapan para peserta yang disambut tawa riuh.

Dalam penyuluhannya, Sigit menekankan bahwa kesulitan hidup, mulai dari masalah ekonomi keluarga hingga urusan mendidik anak adalah keniscayaan. Namun, ia membagikan tiga bumbu utama dalam "resep" menghadapi ujian tersebut. Pertama adalah ikhlas, menerima ketetapan dengan hati lapang. Kedua adalah ikhtiar, yakni terus berusaha mencari jalan keluar tanpa putus asa. Dan yang ketiga adalah doa, sebagai penguat batin ketika raga mulai lelah.

Gaya penyampaian yang komunikatif membuat interaksi dua arah terjadi begitu cair. Beberapa ibu bahkan tak sungkan curhat soal keruwetan rumah tangga yang langsung ditanggapi Sigit dengan perspektif agama yang menyejukkan. Ketua PKK RW 4 Desa Kedungpring, Agus Sri Widiastuti menyatakan sangat mengapresiasi kehadiran penyuluh dari KUA ini. Menurutnya, bimbingan seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mental dan spiritual para ibu di tingkat akar rumput. "Biasanya kami bahas soal sampah atau jimpitan, tapi kali ini batin kami yang disiram. Jadi pulang ke rumah, hati rasanya lebih adem meski cucian di rumah masih menumpuk," ujar salah satu anggota PKK sambil tersenyum.

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini diharapkan bisa terus berlanjut. Sebab, ibu rumah tangga adalah tiang utama keluarga. Jika ibunya tangguh dan punya "resep" yang tepat dalam menghadapi masalah, maka ketahanan keluarga di wilayah Kemranjen, khususnya Kedungpring, akan semakin kokoh. (st)