Kajian Rutin Tafsir Jalalain Bahas Surat Al-Baqarah Ayat 65–73, Penyuluh KUA Sumbang Perkuat Pemahaman Al-Quran

Oleh HUMAS
SHARE

Sumbang – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Sumbang kembali melaksanakan kegiatan rutin Kajian Tafsir Jalalain. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan KUA Kecamatan Sumbang ini diikuti oleh para Penyuluh Agama Islam sebagai bagian dari pembinaan kompetensi dan penguatan wawasan keislaman. Kamis (23/07)

Kajian disampaikan oleh Mausul Chayat, dengan membahas Tafsir Jalalain Surat Al-Baqarah ayat 65–73. Dalam penyampaiannya, beliau menguraikan kandungan ayat-ayat tersebut secara sistematis berdasarkan penjelasan Tafsir Jalalain serta mengaitkannya dengan nilai-nilai yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada pembahasan ayat 65–66 dijelaskan kisah Bani Israil yang melanggar perintah Allah pada hari Sabat sehingga mereka mendapat azab berupa diubah menjadi kera sebagai pelajaran bagi umat setelahnya. Selanjutnya, ayat 67–73 mengisahkan perintah Allah kepada Nabi Musa a.s. agar kaumnya menyembelih seekor sapi untuk mengungkap pelaku pembunuhan yang terjadi di tengah masyarakat Bani Israil. Kisah tersebut mengandung pelajaran tentang pentingnya ketaatan kepada perintah Allah, tidak berlebihan dalam mempertanyakan sesuatu yang telah diperintahkan, serta keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dalam kajian tersebut, Mausul Chayat juga menekankan bahwa Al-Qur'an tidak hanya berisi kisah-kisah umat terdahulu, tetapi juga menjadi sumber hikmah dan pedoman bagi umat Islam dalam membangun karakter yang taat, jujur, dan bertanggung jawab. Setiap peristiwa yang diceritakan dalam Al-Qur'an mengandung ibrah (pelajaran) yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat maupun dalam melaksanakan tugas sebagai penyuluh agama.

Kegiatan kajian rutin Tafsir Jalalain ini merupakan salah satu agenda pembinaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Sumbang. Melalui kajian ini diharapkan para penyuluh semakin mendalam pemahamannya terhadap kandungan Al-Qur'an sehingga mampu menyampaikan materi keagamaan kepada masyarakat secara benar, komprehensif, dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan umat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat untuk terus belajar, mengkaji, dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an senantiasa tumbuh di kalangan Penyuluh Agama Islam sebagai garda terdepan dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat. SK.