Keberadaan GKI dan Pesantren Ar Roudhoh di Wangon Cerminkan Moderasi Beragama
Oleh HUMAS
Banyumas - Keberadaan Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan Pondok Pesantren Ar Roudhoh yang berdampingan di wilayah Kecamatan Wangon menjadi potret nyata terwujudnya moderasi beragama di tengah masyarakat. Kehidupan umat beragama yang saling menghormati dan hidup rukun tersebut telah berlangsung sejak lama dan menjadi contoh harmoni sosial di lingkungan sekitar. Senin (19/01/26)
GKI Wangon dan Pondok Pesantren Ar Roudhoh menjalankan aktivitas keagamaan masing-masing tanpa adanya sekat maupun konflik. Interaksi yang terjalin di antara pengurus dan warga sekitar berlangsung secara wajar dan penuh toleransi, mencerminkan semangat kebersamaan dalam keberagaman yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Wangon.
Kepala Pondok Pesantren Ar Roudhoh, Samsudin, menyampaikan bahwa sikap saling menghormati antarumat beragama merupakan nilai penting yang terus ditanamkan kepada para santri. “Kami mengajarkan kepada santri untuk menghormati perbedaan dan hidup berdampingan secara damai. Keberadaan gereja di sekitar pesantren justru menjadi pembelajaran langsung tentang moderasi beragama,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua GKI Wilayah Wangon, Yulius Perdana Putra. Ia menilai kedekatan lokasi gereja dan pesantren menjadi simbol kuat toleransi dan kerukunan. “Kami merasa nyaman dan saling menghargai. Hubungan baik ini menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk hidup rukun dan saling mendukung,” tuturnya.
Keberadaan GKI dan Pondok Pesantren Ar Roudhoh yang berdampingan di wilayah Wangon diharapkan terus menjadi teladan bagi masyarakat luas. Harmoni yang terbangun tidak hanya memperkuat persatuan, tetapi juga menegaskan bahwa moderasi beragama dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati dan kerja sama lintas iman. (jhr)
