Keberanian Moderat: Penuluh Kemenag Bekali Warga Binaan Ilmu Agama sebagai Kunci Hijrah

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto — Penyuluh Agama Islam beserta Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Purwokerto kembali menggelar kegiatan bimbingan rohani Islam bagi warga binaan. Senin (10/11)

Kegiatan yang berlangsung usai salat Dhuha berjamaah di Masjid At-Taubah Lapas Pamijen Sokaraja ini mengangkat tema “Barang Siapa yang Dikehendaki Allah Baik, Maka Ia akan Difahamkan dalam Urusan Agama — Keberanian adalah bentuk Moderasi antara sifat Minder dan Ngawur.”

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penyuluhan agama Islam rutin yang bertujuan membina mental dan spiritual warga binaan agar lebih memahami nilai-nilai keislaman secara mendalam serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan.

Dalam tausiyahnya, Ahmad Nafiuddin, selaku penyuluh agama Islam dari Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menyampaikan hadits qudsi Rasulullah SAW yang artinya "Barang siapa yang dikehendaki Allah untuk menjadi baik, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama". Pesan tersebut, menurut beliau, menjadi pengingat bahwa pemahaman agama adalah tanda kebaikan dan kasih sayang Allah, sehingga setiap umat Islam perlu terus belajar dan memperdalam ilmunya dengan hati yang ikhlas.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya keberanian dalam berbuat kebaikan. “Keberanian adalah sikap moderat antara rasa minder dan tindakan ngawur. Orang yang minder tidak berbuat apa-apa, sementara yang ngawur bertindak tanpa ilmu. Maka keberanian yang sejati adalah berbuat baik dengan ilmu dan niat yang benar,” ujarnya dalam tausiyah.

Menurutnya, bimbingan rohani seperti ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, menumbuhkan semangat hijrah, dan memperkuat karakter keagamaan yang moderat.
“Melalui penyuluhan agama Islam ini, kami berharap warga binaan mampu menjadi pribadi yang lebih baik, berani dalam kebaikan, dan mampu menebarkan nilai-nilai positif ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya. 

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dengan Suasana khidmat dan penuh semangat tampak menyelimuti para peserta, yang dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. (naf)