Kemenag Banyumas Perkuat Sinergi Penurunan Stunting Melalui FGD di Bappedalitbang

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas menegaskan komitmennya dalam mendukung program percepatan penurunan stunting. Keterlibatan Kemenag diwakili oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Purwokerto Timur dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Konvergensi Stunting dan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku. Senin (03/11)

FGD ini diselenggarakan di Aula Bappedalitbang Kabupaten Banyumas, dengan tujuan utama menyelaraskan program dan strategi komunikasi antar sektor.

Acara ini merupakan forum strategis yang mempertemukan berbagai pihak kunci, termasuk perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pengurus PKK Kabupaten Banyumas, serta pihak akademisi dari perguruan tinggi setempat. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam pendekatan multisektor untuk penanganan stunting.

Diskusi dalam FGD dibagi menjadi dua sesi utama yang fokus pada kerangka kerja dan pengukuran program nasional. Pada sesi pertama, pembahasan mendalam mengenai 6 Pilar Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Penurunan Stunting. Sesi ini mengulas peran masing-masing lembaga dalam mengimplementasikan pilar-pilar tersebut. Sesi kedua, pemaparan dan diskusi tentang 29 Indikator Capaian program stunting serta Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (SKPP) spesifik Kabupaten Banyumas. Fokus sesi ini adalah memastikan setiap indikator dapat dicapai dengan komunikasi yang efektif dan tepat sasaran.

Melalui keikutsertaan dalam FGD ini, Kemenag Banyumas berharap dapat memperkuat konvergensi program dan menjadikan edukasi stunting sebagai bagian integral dari pembinaan keluarga sakinah dan ketahanan masyarakat. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan lembaga keagamaan ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Banyumas bebas stunting. (yyk/del)