Kemenag dan BWI Banyumas Gali Strategi Wakaf Produktif dari Keberhasilan Gunungkidul
Oleh HUMAS
Gunungkidul (Humas) – Dalam upaya memperkuat tata kelola wakaf produktif dan pengembangan wakaf uang, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Banyumas bersama Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Banyumas melaksanakan kunjungan studi ke Kabupaten Gunungkidul, yang dikenal sebagai salah satu 'Kota Wakaf' di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan dilaksanakan dengan destinasi utama Kankemenag Gunungkidul dan Wakaf Mulia Institut. Kamis (04/12)
Rombongan dari Banyumas terdiri dari berbagai unsur strategis, diantaranya Kabag Kesra Kabupaten Banyumas, Wakhyono, Ketua BAZNAS Banyumas, Tohar, Ketua BWI Banyumas, Purwadi Santoso, serta perwakilan dari Kankemenag Banyumas.
Acara diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Kankemenag Kabupaten Gunungkidul, Mukhotip, yang menyambut gembira kedatangan rombongan.
“Kami sangat senang menerima rombongan dari Banyumas. Semoga kunjungan ini membawa manfaat dan memperkuat gerakan wakaf di kedua daerah, serta mohon maaf jika terdapat kekurangan dalam penyambutan,” ujar Mukhotip.
Dalam pemaparannya, perwakilan Kemenag Banyumas menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan adalah untuk belajar langsung dari Gunungkidul yang dianggap telah lebih maju dalam implementasi wakaf produktif.
“Kami hadir ke Gunungkidul untuk menimba pengalaman dan mempelajari praktik baik yang sudah berjalan, termasuk pengembangan wakaf produktif oleh Wakaf Mulia Institut. Banyumas memiliki keinginan kuat untuk berkembang menjadi kota wakaf seperti Gunungkidul, sehingga perlu banyak belajar dan dibimbing, terutama dalam pengelolaan wakaf uang,” jelas perwakilan Kemenag Banyumas.
Kunjungan studi ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam penguatan jejaring dan kerja sama antar wilayah, sekaligus mendorong Kabupaten Banyumas untuk semakin siap mengembangkan ekosistem wakaf produktif yang berdaya guna tinggi bagi kesejahteraan masyarakat. (zawa/del)
