Kisah Haru Hayati Roisah, dari Pembuat Risol Rumahan Menuju Pengusaha Kantin Sekolah

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Sebuah kisah inspiratif datang dari Desa Sokaraja Wetan. Langkah kecil namun penuh makna dimulai di kantin SMAN Sokaraja, menandai babak baru bagi seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Hayati Roisah. Senin (24/11)

Selama ini, Hayati dikenal sebagai pembuat risol mayo rumahan, mengolah produknya dari dapur kecil, dan menitipkannya ke warung-warung lokal sambil melayani pesanan pelanggan setia. Usahanya didorong oleh tekad dan doa, namun membutuhkan dorongan untuk dapat berkembang lebih besar.

Titik balik datang berkat dukungan dari luar. BAZNAS Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan produktif senilai Rp 3.000.000. Bantuan ini bukan sekadar dana, melainkan modal yang menguatkan langkah Hayati untuk melengkapi peralatan produksi, memampukannya menyewa warung kantin, dan secara resmi membuka gerai usahanya di kantin SMAN Sokaraja.

Proses transformasi ini didampingi langsung oleh M. Fikih, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja. Kehadiran M. Fikih, yang menyambangi Hayati di kantin sekolah, bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai saksi atas lahirnya perubahan. Pendampingan ini menekankan bahwa setiap usaha kecil membutuhkan dukungan dan bimbingan yang membawa keyakinan untuk maju.

Seiring berjalannya waktu dan setelah mendapatkan bantuan produktif, risol mayo buatan Hayati semakin laris. Keberhasilan ini tidak hanya membawa kemajuan usaha dan perluasan rezeki, tetapi juga sebuah perubahan posisi sosial ekonomi yang mendalam.

Dari statusnya sebagai mustahik (penerima zakat), Hayati kini bersiap untuk menjadi muzaki (pemberi zakat), dan berbagi kepada UMKM lain, sebagaimana manfaat yang dulu ia terima.

Kisah Hayati Roisah ini menjadi perwujudan nyata dari moto yang ia pegang teguh yakni “Wujudkan Mustahik Menjadi Muzaki, Menebar Manfaat.”

Dibalik cerita ini, kita diingatkan bahwa kebaikan yang ditanam dengan ketulusan dan didorong oleh bantuan tepat sasaran akan tumbuh menjadi cahaya, menerangi jalan bagi perubahan dan keberkahan yang berkelanjutan.