Kolaborasi Penyuluh dan Pendamping PKH Berikan Pencerahan Ekonomi dan Keluarga Sakinah
Oleh KUA baturraden
Banyumas – Pertemuan rutin Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) RW 03 Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas, berlangsung lancar di rumah Dariyah, RT 02 RW 03. Acara ini merupakan kolaborasi antara Hariyanto, Penyuluh Agama Islam KUA Baturraden, dan Yudi Tunggal Saputro, Pendamping PKH Desa Ketenger. Selasa (20/01)
Yudi Tunggal Saputro membuka sesi pertama dengan menekankan pengelolaan bantuan PKH dari pemerintah. "Uang bantuan ini harus disalurkan sesuai harapan pemerintah, seperti biaya sekolah anak, makanan bergizi untuk balita, dan kebutuhan lansia guna mendukung kesehatan serta gizi mereka," ujarnya.
Ia juga memperingatkan agar dana tersebut tidak digunakan untuk keperluan konsumtif atau bayar utang, serta menasihati KPM agar pandai mengelola keuangan. "Jangan gali lubang tutup lubang. Mulailah menabung sedikit demi sedikit, hindari hutang kecuali untuk keperluan produktif yang sesuai kemampuan," tambahnya.
Sesi kedua disampaikan Hariyanto, yang membahas 'Tantangan dan Strategi Mewujudkan Keluarga Sakinah Mawadah Warahmah di Era Modern'. Materi ini disesuaikan bagi para KPM PKH, menyoroti cara menjaga harmoni rumah tangga di tengah gempuran teknologi dan perubahan sosial.
Keluarga sakinah di era modern dihadapkan pada tantangan kompleks yang berpotensi mengikis keharmonisan rumah tangga. Tantangan pertama yang paling nyata adalah dominasi teknologi dan media sosial, di mana penggunaan gawai yang berlebihan sering kali menyebabkan berkurangnya komunikasi langsung antaranggota keluarga. Selain paparan konten negatif yang mudah diakses, media sosial juga kerap memicu perbandingan sosial yang menimbulkan rasa tidak puas terhadap kehidupan sendiri. Kondisi ini semakin diperparah dengan tekanan ekonomi akibat biaya hidup yang kian meningkat, sehingga beban finansial sering kali menjadi pemicu stres dan ketegangan di dalam rumah tangga.
Di sisi lain, pergeseran nilai sosial yang mengarah pada sifat individualisme, materialisme, dan hedonisme turut menjadi ancaman serius bagi keutuhan nilai-nilai keluarga tradisional. Pengejaran terhadap kepuasan materi sering kali membuat anggota keluarga terjebak dalam kesibukan masing-masing, sehingga waktu berkualitas (quality time) untuk berkumpul dan berinteraksi menjadi sangat terbatas. Jika tidak disikapi dengan bijak, akumulasi dari kurangnya kebersamaan dan dominasi nilai-nilai duniawi ini dapat melemahkan ikatan batin dan spiritual yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam mewujudkan keluarga yang damai dan tentram.
Mewujudkan keluarga sakinah di tengah berbagai tantangan zaman memerlukan strategi yang matang dan terencana. Langkah utama yang harus ditempuh adalah membangun fondasi spiritual yang kuat melalui peningkatan intensitas ibadah dan doa bersama kepada Allah Swt. Fondasi ini menjadi kunci untuk menciptakan ketenangan jiwa serta memberikan ketabahan bagi seluruh anggota keluarga saat menghadapi ujian hidup. Selain aspek spiritual, komunikasi yang efektif dan berkualitas juga memegang peranan vital. Setiap anggota keluarga perlu meluangkan waktu khusus untuk berdialog dengan penuh keterbukaan, memberikan apresiasi pada hal-hal kecil, serta menjauhi sikap saling menyalahkan demi mencari solusi terbaik atas setiap permasalahan yang muncul.
Selain aspek batiniyah, manajemen keuangan yang sehat menjadi pilar ketiga yang tidak boleh diabaikan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Perencanaan keuangan harus dilakukan secara transparan dan berlandaskan pada prinsip 3S, yaitu Syariah untuk memastikan kehalalan rezeki, Sederhana agar tidak terjebak dalam pola hidup berlebihan, serta Sistematis dalam menyusun skala prioritas kebutuhan. Dengan mengintegrasikan kekuatan spiritual, komunikasi yang sehat, dan pengelolaan ekonomi yang tertata, keluarga diharapkan mampu menjaga stabilitas dan kedamaian meskipun dihadapkan pada dinamika kehidupan yang kompleks.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat pemahaman KPM PKH dalam mengelola bantuan sekaligus membangun keluarga yang harmonis. Pertemuan rutin serupa direncanakan berlanjut untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Desa Ketenger. (Har)
