KPRI Muawanah Kemenag Banyumas Gelar RAT dan Pilih Pengurus Baru
Oleh HUMAS
Purwokerto (humas) – Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Muawanah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di D'Garden n Resto. Agenda besar ini merangkum dua poin krusial, yakni penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, serta pemilihan pengurus baru untuk masa bakti 2026–2028. Sabtu (14/02)
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Ketua Dekopinda Kabupaten Banyumas, Ketua PKPRI, perwakilan Dinakerkop UKM dan Perdagangan, serta anggota KPRI Muawanah.
Ketua KPRI Muawanah, Naufal Iskandar, dalam sambutannya menekankan nilai filosofis koperasi di tengah keberagaman anggota. Ia menyebut bahwa perbedaan paham atau politik seharusnya bisa "dilebur" di dalam koperasi.
"Koperasi tidak akan hancur karena perbedaan paham anggotanya. Sejatinya, koperasi adalah pengejawantahan nyata dari Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan itu wajar, yang terpenting adalah semangat kebersamaan," ujar Naufal. Ia juga menambahkan pesan bijak bahwa selain materi, cara penyampaian komunikasi dalam berorganisasi adalah hal yang lebih utama.
Harapan besar juga datang dari Ketua Dekopinda Banyumas. Beliau mengajak seluruh anggota untuk memikirkan masa depan koperasi dengan serius saat memilih pengurus baru. "Mengelola koperasi itu tidak mudah. Mohon pemilihan pengurus ini didasari niat untuk kemajuan KPRI Muawanah," pesannya.
Senada dengan hal tersebut, Kuswandi, Ketua PKPRI, menekankan pentingnya pendidikan kekoperasian, terutama bagi anggota muda. Menurutnya, rasa gotong royong yang mulai memudar harus dibangkitkan kembali melalui pelatihan-pelatihan agar koperasi lebih dinamis dan maju.
Perwakilan dari Dinakerkop UKM dan Perdagangan, Gatot Eko, memberikan catatan teknis mengenai keberlanjutan organisasi. Ia mengingatkan bahwa besar kecilnya koperasi bukan hanya beban pengurus, melainkan hasil kecermatan seluruh anggota.
"Anggota jangan pasif, harus aktif. Koperasi yang ideal harus memiliki wadah sendiri, menjaga integritas, mengefektifkan pengawasan, serta terus berkolaborasi," tegas Gatot.
Membuka acara secara resmi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas memberikan analogi yang mendalam mengenai tanggung jawab profesi dan organisasi. Beliau mengibaratkan kehidupan sebagai panggung sandiwara. "Kita semua adalah peran dalam panggung sandiwara. Maka, mari kita berperan menjadi aktor yang terbaik," tuturnya singkat namun sarat makna.
Acara dilanjutkan dengan prosesi pemilihan pengurus masa bakti 2026–2028 yang berlangsung secara demokratis. Dengan pengurus baru yang terpilih, KPRI Muawanah diharapkan terus menjadi pilar kesejahteraan bagi keluarga besar Kemenag Banyumas.
