Sinergi KUA Jatilawang: Bekali Catin Kedungwringin Fondasi Kokoh Menuju Keluarga Harmonis

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Jatilawang – Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka perselisihan rumah tangga melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Suasana khidmat menyelimuti ruang pertemuan KUA Jatilawang saat sepasang calon pengantin (catin) asal Desa Kedungwringin, Fidah Rochmawati dan Nur Asharudin, menerima pembekalan intensif sebelum melangkah ke jenjang pelaminan. Jumat (17/04)

Kegiatan bimbingan ini dipandu langsung oleh Rais Rudiansyah, seorang Penyuluh Agama yang dikenal komunikatif dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Dalam sesi tersebut, Rais menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan legalitas formal di hadapan negara, melainkan sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen spiritual dan mental yang kuat dari kedua belah pihak.

Inti dari bimbingan kali ini berfokus pada tema besar "5 Pilar Menuju Keluarga Sakinah, Mawadah, Warahmah". Rais Rudiansyah memaparkan dengan detail bahwa untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, pasangan harus memegang teguh prinsip Mitsaqan Ghalidzan (perjanjian yang kuat), Zawaj (berpasangan), Mu’asyarah bil Ma’ruf (memperlakukan pasangan dengan baik), Musyawarah, serta Taradin (saling rida).

"Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat. Jika fondasinya kokoh dengan lima pilar ini, maka akan lahir generasi yang berkualitas. Kami ingin memastikan Saudari Fidah dan Saudara Nur Asharudin memiliki peta jalan yang jelas sebelum resmi menjadi suami istri," ujar Rais di sela-sela pemaparan materinya yang disambut antusias oleh kedua calon mempelai.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi dua arah yang berlangsung selama sesi bimbingan. Program Bimwin ini memang dirancang untuk memberikan ruang bagi para catin agar dapat berkonsultasi mengenai tantangan-tantangan yang mungkin muncul di masa depan. Suasana yang serius namun santai membuat materi yang disampaikan lebih mudah diserap dan dipahami oleh pasangan asal Kedungwringin tersebut.

Menutup rangkaian acara, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kesiapan mental pasangan tersebut untuk menempuh hidup baru. Sebagai bentuk apresiasi dan menambah keakraban, pihak KUA juga menyediakan kudapan ringan (snack) bagi para peserta. Dengan bekal ilmu yang telah didapatkan, diharapkan Fidah dan Nur Asharudin mampu membangun rumah tangga yang harmonis dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.