KUA Ajak MT Nurul Iman Optimalkan Ibadah di Malam ke-27
Oleh HUMASBanyumas – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti pertemuan rutin kaum ibu di wilayah RW 06 dan 07, Desa Gumelar. Kehadiran Kambali, Penyuluh Agama Islam dari KUA Gumelar, membawa pesan spiritual yang menyejukkan dalam bimbingan penyuluhan bertajuk "Mengisi Malam ke-27 dengan Perbanyak Ibadah" di Majelis Taklim Nurul Iman. Kamis (15/01/26)
Kegiatan ini merupakan langkah nyata KUA Gumelar dalam memperkuat spiritualitas masyarakat, khususnya dalam mendampingi jamaah perempuan untuk mengoptimalkan momentum puncak di bulan suci Ramadhan.
Dalam arahannya, Bapak Kambali mengingatkan kembali akan janji Allah SWT mengenai kemuliaan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Meskipun waktu pastinya tetap menjadi rahasia ilahi, beliau menekankan bahwa malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir, terutama malam ke-27, seringkali menjadi fokus utama umat Muslim dunia dalam berburu pahala dan ampunan.
"Malam ini adalah momentum emas bagi kita untuk mengetuk pintu langit. Jangan biarkan kesibukan rumah tangga menghalangi kita untuk meraih keberkahan yang luar biasa ini," pesan Kambali di hadapan para jamaah.
Memahami peran ganda kaum ibu yang sibuk mengurus keluarga, Kambali merumuskan empat amalan praktis yang tetap bisa dijalankan dengan istiqomah:
-
Memperbanyak Doa Ampunan: Mengutamakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW, “Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni”, untuk memohon maaf dari Sang Pencipta.
-
Menghidupkan Shalat Malam: Mengajak jamaah menyisihkan waktu istirahat sejenak untuk mendirikan Shalat Tahajud, Shalat Hajat, dan Witir di sepertiga malam.
-
Interaksi dengan Al-Qur’an: Meningkatkan intensitas tadarus, baik membaca secara lisan maupun merenungi maknanya sebagai petunjuk hidup.
-
Sedekah Subuh: Menanamkan kebiasaan berbagi meskipun dengan nominal kecil, sebagai amalan pembuka pintu rezeki dan keberkahan rumah tangga.
Kegiatan bimbingan ini disambut antusias oleh para ibu RW 06 dan 07. Melalui penyuluhan ini, diharapkan para jamaah tidak hanya sekadar menjalani rutinitas Ramadhan, tetapi mampu merasakan transformasi batin yang lebih mendalam dan membawa suasana religius ke dalam lingkungan keluarga masing-masing.
Pertemuan diakhiri dengan zikir bersama, memohon agar seluruh jamaah diberikan kekuatan dan kesehatan untuk dapat beribadah secara maksimal hingga fajar kemenangan tiba.
