KUA Wangon Ajak Pegawai Jaga Kebersihan Tempat Ibadah, Wujudkan Lingkungan yang Bersih dan Nyaman
Wangon – Menjaga kebersihan tempat ibadah merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dilaksanakan secara konsisten. Tempat ibadah yang bersih, rapi, dan nyaman akan mendukung kekhusyukan umat dalam menjalankan ibadah. Semangat menjaga kebersihan ini menjadi perhatian pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Senin (26/10)
Murti, salah satu pegawai KUA Wangon, menyampaikan bahwa kebersihan tempat ibadah tidak boleh diabaikan karena berkaitan erat dengan kenyamanan jamaah. Menurutnya, menjaga kebersihan bukan hanya dilakukan ketika menjelang kegiatan keagamaan, tetapi harus menjadi kebiasaan yang diterapkan setiap hari. “Tempat ibadah harus selalu dijaga kebersihannya. Dengan lingkungan yang bersih, jamaah akan merasa lebih nyaman dan khusyuk dalam beribadah,” ungkap Murti.
Ia juga mengingatkan bahwa kebersihan tempat ibadah mencakup berbagai aspek, mulai dari kebersihan lantai, tempat wudu, toilet, karpet, hingga halaman dan lingkungan sekitar. Seluruh bagian tersebut perlu diperhatikan agar tetap bersih dan terawat. Selain itu, jamaah diharapkan membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya serta merapikan kembali perlengkapan ibadah setelah digunakan.
Senada dengan hal tersebut, pegawai KUA Wangon menegaskan bahwa menjaga kebersihan tempat ibadah merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus pengamalan nilai-nilai Islam. “Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Jika seluruh jamaah memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan, tempat ibadah akan selalu bersih, sehat, dan nyaman digunakan,” tutur salah seorang pegawai KUA Wangon.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, KUA Wangon berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan tempat ibadah semakin meningkat. Upaya sederhana seperti menyapu, merapikan perlengkapan ibadah, menjaga kebersihan tempat wudu, dan membuang sampah pada tempatnya dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh jamaah. Dengan demikian, tempat ibadah tidak hanya menjadi pusat kegiatan spiritual, tetapi juga mencerminkan budaya hidup bersih, sehat, dan Islami di tengah masyarakat.(Srf)
