MA & MTs Al Ittihad Purwokerto Barat Siap Implementasikan Kurikulum Berbasis Cinta

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas - Pengawas Madrasah, Nurul Hidayah, telah melaksanakan kegiatan bimbingan teknis penyusunan perencanaan pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta dan Implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025 pada Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ittihad Purwokerto Barat. Kegiatan ini bertempat di aula MTs Al Ittihad Purwokerto Barat. Peserta kegiatan terdiri atas kepala madrasah, pendidik, serta tenaga kependidikan MA dan MTs Al Ittihad Purwokerto Barat. Selasa (13/01/26)

Kegiatan bimbingan teknis diawali dengan sambutan dari Kepala Madrasah MA dan MTs Al Ittihad Purwokerto Barat. Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bimbingan teknis penyusunan perencanaan pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta dan implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025. Kegiatan ini dinilai sangat strategis dan relevan dengan kebutuhan madrasah dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Madrasah juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada narasumber, Nurul Hidayah, selaku pengawas pendamping, yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pendampingan dan penguatan secara langsung kepada seluruh peserta.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan secara komprehensif mengenai landasan filosofis, tujuan, dan prinsip utama Kurikulum Berbasis Cinta sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan nilai kasih sayang, empati, penghargaan terhadap peserta didik, serta penguatan karakter melalui proses pembelajaran yang bermakna.

Penjelasan mencakup keterkaitan antara regulasi dengan penyusunan perangkat pembelajaran, seperti perencanaan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, serta integrasi nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam tujuan, materi, metode, dan asesmen pembelajaran.

Dalam sesi pendampingan, narasumber tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga memberikan contoh konkret penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dan penyusunan perencanaan pembelajaran.

Peserta diarahkan untuk menganalisis dan merefleksikan perangkat pembelajaran yang telah dimiliki, kemudian menyesuaikannya dengan prinsip-prinsip yang diamanatkan dalam KMA Nomor 1503 Tahun 2025. Diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, dengan berbagai permasalahan kontekstual pembelajaran di madrasah dibahas secara bersama-sama.

Diakhir pendampingan, disampaikan harapan agar madrasah mampu mengembangkan budaya pembelajaran yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta.