MA Al Irsyad Purwokerto Gelar Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta
Oleh HUMAS
Purwokerto – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih holistik dan berkarakter, MA Al Irsyad Purwokerto menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler. Kegiatan ini secara khusus mengusung tema "Kurikulum Berbasis Cinta" (KBC) guna memperkuat kompetensi pendidik dalam merancang pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. Selasa (20/01/26)
Acara yang dihadiri oleh seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan ini dibuka oleh Kepala MA Al Irsyad Purwokerto, Bapak Abdul Qohin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesediaan narasumber untuk berbagi ilmu demi kemajuan madrasah.
"Perencanaan pembelajaran saat ini tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik semata. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita ingin membentuk karakter peserta didik yang kokoh melalui nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, dan akhlak mulia sebagai fondasi utama," tegas Abdul Qohin.
Kegiatan ini menghadirkan Nurul Hidayah, selaku Pengawas Madrasah Aliyah (MA), sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau membedah secara mendalam konsep dasar KBC serta strategi penyusunannya dalam tiga instrumen utama:
-
Intrakurikuler: Penanaman nilai cinta dalam materi pelajaran inti.
-
Kokurikuler: Penguatan karakter melalui proyek yang bermakna.
-
Ekstrakurikuler: Pengembangan bakat dan minat yang ramah serta inklusif.
Nurul Hidayah juga memberikan contoh implementasi nyata yang dapat langsung diterapkan di kelas, sehingga teori yang disampaikan dapat dieksekusi secara praktis oleh para guru.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan refleksi. Para peserta diajak mengevaluasi kembali perencanaan pembelajaran yang telah mereka susun, lalu menyempurnakannya agar selaras dengan prinsip-prinsip kurikulum yang ramah anak.
Melalui bimbingan teknis ini, MA Al Irsyad Purwokerto berharap mampu melahirkan lingkungan madrasah yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga menjadi tempat yang aman, nyaman, dan inklusif bagi pengembangan karakter peserta didik secara utuh.
