MAN 3 Banyumas Perkuat Karakter Religius Melalui Rutinitas Jumat Pagi dan Pendalaman Fikih Wanita
Oleh MAN 3 Banyumas
Banyumas – Mengawali kegiatan keluarga besar MAN 3 Banyumas kembali melaksanakan rutinitas keagamaan yang khidmat di Masjid Al-Ma’sum. Sejak pagi hari sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai, seluruh warga madrasah, mulai dari siswa, guru, hingga staf karyawan, berkumpul memenuhi masjid untuk melaksanakan rangkaian ibadah bersama yang meliputi doa, pembacaan Asmaul Husna, shalat dhuha berjamaah, dan diakhiri dengan mujahadah sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam mencari keberkahan ilmu. Jumat (17/04)
Setelah KBM berakhir, atmosfer religius di MAN 3 Banyumas berlanjut melalui kegiatan keputrian yang dikhususkan bagi seluruh siswi. Dalam kesempatan kali ini, pemateri Ulfiya Nur Faiqoh memberikan pendalaman materi yang cukup krusial mengenai darah istihadlah. Fokus pembahasan diarahkan pada kategori ketiga dalam fikih wanita, yakni mu’tadah mumayyizah, di mana seorang wanita memiliki kebiasaan haid yang rutin sekaligus mampu membedakan karakteristik warna atau sifat darah yang keluar. Ulfiya memaparkan secara detail mulai dari definisi secara syar’i, hukum pelaksanaan ibadah bagi wanita yang mengalami istihadlah, hingga bedah contoh kasus konkret untuk memastikan para siswi tidak keliru dalam menentukan masa suci dan masa ibadahnya.
Kepala MAN 3 Banyumas, Solikhin, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesinambungan kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa penguatan spiritual di pagi hari adalah "bahan bakar" jiwa sebelum menyerap ilmu umum, sementara keputrian adalah bekal literasi fikih yang sangat personal namun wajib dipahami. "Kami berkomitmen untuk tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan pemahaman agama yang tuntas. Pengetahuan tentang istihadlah ini sangat penting bagi siswi agar mereka memiliki kepastian dalam menjalankan ibadah harian seperti shalat dan puasa," ujar Solikhin di sela-sela pemantauan kegiatan.
Melalui perpaduan kegiatan rutin pagi dan edukasi spesifik seperti keputrian ini, MAN 3 Banyumas berharap seluruh civitas akademika dapat terus menjaga tradisi religiusitas yang moderat dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. (Humas).
