Manasik Haji Siswa RA Perwanida se-Kabupaten Banyumas Tanamkan Nilai Taqwa dan KBC
Oleh HUMAS
Banyumas - Sebagai bentuk implementasi Pembelajaran Mendalam pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), khususnya pada elemen Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berbudi Pekerti Luhur, serta penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan topik Cinta Allah dan Rasul, Cinta Ilmu, Cinta Diri, dan Cinta Sesama, RA Perwanida Kabupaten Banyumas menyelenggarakan kegiatan Manasik Haji Siswa RA. Sabtu (07/02)
Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB, bertempat di Taman Sari Rasa Sampang, Kabupaten Cilacap. Manasik haji diikuti oleh 301 siswa-siswi RA, didampingi oleh wali murid dan guru pendamping, dengan pembimbing ibadah haji dari Pengawas RA Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.
Manasik haji RA diselenggarakan oleh RA Perwanida Kabupaten Banyumas, yang terdiri dari 5 RA Perwanida dan beberapa RA yang bergabung, yaitu:
1. RA Perwanida Banjaranyar, Kecamatan Pekuncen
2. RA Perwanida Tamansari, Kecamatan Karanglewas
3. RA Perwanida Pliken, Kecamatan Kembaran
4. RA Perwanida Srowot, Kecamatan Kalibagor
5. RA Perwanida Semingkir, Kecamatan Kalibagor
6. RA Al Muhajirin, Kecamatan Wangon
7. RA Sunan Kalijaga Cibangkong, Kecamatan Pekuncen
8. BA Nurani Rejasari
Acara diawali dengan pembukaan resmi yang dibuka oleh Edi Sungkowo, selaku Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kabupaten Banyumas, sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan karakter dan keagamaan sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Nasroh, selaku Ketua Penyelenggara Kegiatan Manasik Haji, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan utama, antara lain:
1. Menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam rangkaian ibadah haji kepada anak usia RA secara kontekstual dan menyenangkan.
2. Memberikan bekal dan harapan bagi siswa serta wali murid RA Perwanida agar kelak mampu mengamalkan Rukun Islam yang kelima, sebagai upaya membentuk insan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian manasik haji, mulai dari niat ihram, thawaf, sa’i, hingga tahallul, dengan bimbingan para guru dan pengawas RA. Melalui praktik langsung ini, diharapkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, kebersamaan, serta cinta kepada Allah dan Rasul dapat tertanam sejak dini.
Kegiatan manasik haji ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara satuan pendidikan RA, orang tua, dan Kementerian Agama dalam mendukung pembelajaran bermakna dan berkarakter, sejalan dengan penguatan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
(Ie'ah)
