Menggugah Kesadaran Spiritual Melalui Siaran di RRI Purwokerto

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Purwokerto – Udara sejuk Kota Purwokerto pada Senin pagi terasa lebih bermakna dengan hadirnya pesan-pesan spiritual yang mengudara melalui frekuensi RRI Purwokerto. Rais Rudiansyah, seorang Penyuluh Agama Islam dari KUA Jatilawang, hadir memenuhi undangan untuk melaksanakan prosesi rekaman siaran program "Santapan Rohani". Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan asupan spiritual bagi masyarakat luas di wilayah Banyumas dan sekitarnya. Selasa (20/01/26)

Dalam kesempatan tersebut, Rais Rudiansyah membawakan materi yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, yakni bertajuk "Sudahkah Kita Bersyukur kepada Allah SWT?". Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan; di tengah hiruk-pikuk dunia yang serba cepat, masyarakat sering kali terjebak dalam rasa kurang dan ambisi, sehingga melupakan nikmat-nikmat mendasar yang telah dianugerahkan oleh Sang Pencipta.

Proses rekaman yang berlangsung di studio RRI Purwokerto tersebut berjalan dengan khidmat dan penuh penghayatan. Dengan gaya penyampaian yang lugas namun menyejukkan, Rais membedah makna syukur tidak hanya sebagai ucapan di bibir, tetapi juga sebagai manifestasi tindakan dalam menjaga amanah Allah. Beliau menekankan bahwa syukur adalah kunci utama dalam meraih ketenangan batin dan keberkahan hidup di tengah berbagai tantangan zaman.

Kehadiran penyuluh agama di media massa seperti RRI merupakan bagian dari strategi dakwah transformatif KUA Jatilawang. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penyuluhan agama tidak hanya tersekat di dalam ruang-ruang majelis taklim desa, tetapi juga mampu menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas melalui teknologi penyiaran. Dengan demikian, nilai-nilai moderasi dan kebaikan Islam dapat tersebar secara masif dan inklusif.

Rais Rudiansyah menjelaskan bahwa melalui siaran ini, ia berharap pendengar dapat berhenti sejenak dari rutinitas dan melakukan refleksi diri. "Seringkali kita terlalu sibuk menghitung apa yang belum kita miliki, hingga lupa menghitung apa yang sudah kita terima. Melalui tema syukur ini, kami ingin mengajak umat untuk kembali menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan dan kedekatan kepada Allah SWT," ujarnya usai sesi rekaman.

Siaran "Santapan Rohani" ini dijadwalkan akan mengudara dalam waktu dekat dan diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat. Keterlibatan aktif penyuluh agama dalam program-program edukatif seperti ini membuktikan bahwa peran KUA kini semakin dinamis, tidak hanya melayani urusan administratif, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membina mental dan spiritualitas umat di era digital.