Menjadi Guru yang Kehadirannya Dinanti

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas - Pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah di SMP Ma’arif NU 1 Cilongok berlangsung dalam suasana hangat dan berbeda dari biasanya. Para guru terlihat antusias menyambut kehadiran tamu istimewa, Dudiyono, Ketua Pergunu Kabupaten Banyumas, yang datang secara khusus untuk bersilaturahmi. Kehadiran beliau turut memeriahkan agenda rutin Indil Bakso (Inspirasi Dengarkan Ilmu Bakda Salat), sebuah kegiatan yang setiap hari diikuti bapak dan ibu guru setelah menunaikan ibadah berjamaah. Rabu (03/12)

Dalam kesempatan tersebut, Dudiyono tidak hanya ikut berjamaah, tetapi juga membagikan pengalaman dan gagasannya dalam sesi brainstorming. Ia menekankan pentingnya penerapan pendidikan berbasis cinta tanpa kekerasan sebagai wujud pembelajaran mendalam. “Guru harus hadir dengan hati, karena pendidikan sejatinya adalah proses memanusiakan manusia,” ujarnya penuh penekanan. Menurutnya, pembelajaran mendalam harus mencakup unsur mindful, joyful, dan meaningful agar proses belajar menjadi lebih bermakna bagi peserta didik tanpa kehilangan ruh pendidikan sebagai fondasi utamanya.

Selain memberikan motivasi tentang pendekatan pengajaran, Dudiyono juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi di berbagai bidang, terutama pedagogik, sosial, dan digital. Tuntutan perkembangan teknologi, menurutnya, menjadikan guru perlu terus belajar agar mampu menjawab tantangan zaman. “Guru yang terus belajar adalah guru yang mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya, memberikan suntikan semangat bagi para pendidik yang hadir.

Kepala SMP Ma’arif NU 1 Cilongok, Hidayatulloh, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta inspirasi yang diberikan. Ia menilai bahwa sesi silaturahmi dan berbagi ilmu ini membawa angin segar bagi para guru untuk semakin stiqomah dalam kegiatan positif, memperkuat sinergi, dan meningkatkan kekompakan dalam upaya memajukan mutu pendidikan. Pihak sekolah berharap kehadiran tokoh-tokoh inspiratif seperti Dudiyono dapat terus memotivasi guru menjadi pribadi yang dirindukan kehadirannya oleh peserta didik maupun lingkungan sekolah.