MGMP MAN se-Banyumas Raya Jadi Momentum Perkuat Kurikulum Berbasis Cinta

Oleh MAN 1 Banyumas
SHARE

Banyumas – Sebanyak 82 guru MAN 1 Banyumas dari seluruh mata pelajaran turut ambil bagian dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MAN se-Banyumas Raya. Kegiatan ini dipusatkan di MAN 1 Cilacap dan diikuti oleh 632 guru MAN se-Banyumas Raya, mencerminkan kuatnya semangat kolaborasi antarpendidik madrasah. Sabtu (24/01/26)

MGMP ini menjadi forum strategis bagi para guru untuk menyamakan persepsi, memperkuat pemahaman pembelajaran, serta menyesuaikan materi dengan regulasi kurikulum terbaru, khususnya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang tengah dikembangkan di lingkungan madrasah.

Ketua K4MA Banyumas Raya, Muslimin Winoto, dalam sambutannya menekankan pentingnya keselarasan persepsi antarguru mata pelajaran.

“Bapak dan Ibu guru perlu menyelaraskan persepsi materi pembelajaran serta menyesuaikannya dengan regulasi kurikulum, utamanya Kurikulum Berbasis Cinta. Melalui MGMP ini, diharapkan terjadi kesamaan langkah dan pemahaman dalam pelaksanaan pembelajaran di madrasah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Aziz Muslim, menyampaikan bahwa MGMP merupakan forum yang sangat strategis dan harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memajukan madrasah.

“MGMP ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi momentum bersama. Madrasah harus mampu menjadi role model. MAN di Banyumas Raya harus bisa menjadi yang terdepan,” tegasnya.

Kegiatan ini semakin diperkuat dengan pembinaan dari Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Amin Handoyo. Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya penguatan kurikulum madrasah serta implementasi kebijakan KMA Nomor 1503 Tahun 2025 sebagai landasan pengembangan mutu pendidikan madrasah yang berkelanjutan. 

Ia menyampaikan bahwa madrasah bersifat dinamis, baik dari sisi regulasi maupun sumber daya manusia. Oleh karena itu, kualitas dan mutu pendidikan harus terus diperbarui seiring dengan perkembangan zaman. “Madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia akan terwujud jika para gurunya hebat-hebat,” tuturnya, seraya menekankan peran strategis guru sebagai penggerak utama peningkatan kualitas pendidikan.

Melalui pembinaan tersebut, diharapkan para pendidik dan tenaga kependidikan madrasah semakin termotivasi untuk berinovasi dalam proses pembelajaran serta meningkatkan kompetensi profesionalnya. Penguatan kapasitas guru, peningkatan tata kelola madrasah, dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan madrasah yang adaptif, berdaya saing, serta tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. (hms)