MTs SA Raudhotut Tholibin Outing Class ke Museum Wayang dan Rumah Batik Anto Djamil

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas - Outing Class merupakan kegiatan yang dilakukan di luar ruang kelas dengan tujuan untuk menambah wawasan, pengetahuan serta pola pikir siswa dalam menangani permasalahan di lingkungan. 

Dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Nasional, MTs SA Raudhotut Tholibin Kembaran mengadakan kegiatan outing class ke Museum Wayang Banyumas dan Rumah Batik Anto Djamil Sokaraja. Dari adanya outing class ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan kecintaan terhadap budaya, serta mengembangkan kreativitas dan keterampilan melalui praktik membatik. Rabu (19/11)

Kegiatan ini diikuti oleh siswa siswi kelas 7, 8, 9 dan guru pendamping. Siswa berangkat dengan menggunakan 3 (tiga) angkot sekitar pukul 08.00 WIB. Suasana gembira menyelimuti selama perjalanan outing class ini karena ini adalah kali pertama siswa berkunjung ke Museum Wayang dan Rumah Batik.

Kepala Madrasah, Dama mengatakan kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk mengurangi kejenuhan siswa selama belajar di kelas dan meningkatkan motivasi siswa dengan praktek secara langsung di lapangan.

Setelah sampai di Museum Wayang Banyumas, siswa siswi diberi arahan oleh petugas museum kemudian masuk kedalam museum secara tertib dengan dipandu oleh petugas. Di dalam museum, siswa juga mendapatkan meteri mengenai sejarah Museum Wayang Banyumas, jenis-jenis wayang dan macam-macam gamelan untuk mengiringi pertunjukan wayang. Selama di museum, para siswa fokus melihat dan mengamati dengan cara dicatat dan direkam di handphone masing-masing untuk keperluan tugas laporan. 

Setelah selesai di Museum Wayang, kegiatan outing class dilanjutkan ke Rumah Batik yang beralamat di Dusun I Sokaraja Tengah, Sokaraja Tengah, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sebelum melakukan praktik membatik, siswa mendapatkan materi terlebih dahulu oleh petugas mengenai jenis-jenis batik sampai teknik dalam membatik. Jenis-jenis batik yang dijelaskan ada batik tulis, batik cap, batik semi tulis, batik printing dan sebagainya. Setelah selesai materi, siswa diajarkan cara membatik dengan menggunakan canting. Kegiatan tersebut terasa menyenangkan dan menjadi pengalaman baru untuk para siswa dalam belajar di luar kelas. (nhq)