Pembiasaan Mushofahah Sejak Dini, Pendidikan Karakter yang Harus Terjaga

Oleh KUA KEMRANJEN
SHARE

Banyumas – Budaya mushofahah atau berjabat tangan sesama muslim merupakan salah satu tradisi mulia yang dianjurkan Rasulullah SAW. Dalam rangka menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini, pembiasaan mushofahah terus digencarkan oleh penyuluh agama dan lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Kemranjen sebagai bentuk pendidikan karakter dan akhlak mulia. Kamis (13/11)

Mushofahah tidak sekadar rutinitas fisik, namun mengandung makna spiritual dan sosial yang mendalam. Tradisi ini menjadi bentuk kasih sayang, persahabatan, penguatan silaturahmi, serta media penghapus dosa kecil sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW. Mushofahah juga memiliki kekuatan dalam menghilangkan permusuhan dan menumbuhkan kedekatan hati antar sesama.

Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, Siti Rofiqoh menyampaikan bahwa pembiasaan mushofahah sejak usia dini penting untuk terus dijaga, terlebih di lingkungan sekolah, madrasah, dan pesantren. Hal ini menjadi bagian dari pendidikan langsung (live education) yang efektif dalam menumbuhkan adab dan etika sosial di tengah masyarakat.

"Kami ingin anak-anak terbiasa menyapa dan berjabat tangan dengan penuh ketulusan, karena dari situ muncul rasa hormat, cinta, dan kedekatan antarsesama," ujar rofiqoh.

Ditekankan pula bahwa mushofahah sebaiknya dilakukan dengan niat yang ikhlas, durasi yang cukup, dan menghindari kesan terburu-buru, agar maknanya benar-benar terasa dan membekas di hati.

Semoga budaya mushofahah ini tetap terjaga dan menjadi bagian dari pembentukan generasi yang beradab, ramah, serta menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah. (wu)