Pembinaan Intensif Al Quran

Oleh KUA KEMRANJEN
SHARE

Banyumas (Humas) – Pembinaan rohani Islam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas rutin digelar setiap hari Kamis. Kegiatan ini menunjukkan semangat dan antusiasme luar biasa dari para narapidana yang tengah berjuang untuk memperbaiki diri melalui pendalaman ajaran agama. Fokus utama dalam kegiatan ini adalah belajar membaca dan memperdalam Al-Qur'an secara intensif. Kamis (13/11)

Para narapidana tampak bersemangat mengikuti setiap sesi mengaji, yang dibimbing langsung oleh para penyuluh agama Islam dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas. Salah satu penyuluh yang aktif membimbing adalah Sigit PanuntunPenyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kemranjen.

Dalam sesi pembinaan kali ini, Sigit Panuntun bersama tim penyuluh tidak hanya fokus pada teknis membaca Al-Qur'an, tetapi juga memberikan materi pendalaman makna surah. Materi yang disampaikan adalah mengenai Surat An-Nashr. Makna yang terkandung di dalamnya sangat relevan bagi para narapida. Kemenangan itu akan dicapai ketika telah mendapatkan pertolongan Alloh SWT dan terbukanya hati dalam menerima hidayah dan taubat. Surah ini mengajarkan bahwa terbukanya pintu taubat itu ada untuk setiap manusia yang mau bertaubat, karena Allah SWT adalah Al-Ghafur (Maha Pengampun) dan Maha Penerima Taubat. Hal ini memberikan dorongan dan harapan besar bagi mereka untuk memulai lembaran baru."

Kegiatan pembinaan rohani ini merupakan bagian integral dari program pembinaan kepribadian. Tujuannya adalah menyiapkan para narapidana menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan siap kembali ke tengah masyarakat.  Kerja sama dengan para penyuluh agama Islam Kabupaten Banyumas, termasuk kontribusi Sigit Panuntun dari KUA Kemranjen, menjadi kunci sukses terlaksananya program ini secara berkelanjutan. Diharapkan, melalui intensitas kegiatan mengaji dan pendalaman Al-Qur'an, proses perubahan dan hijrah spiritual para narapidana dapat tercapai, menjadikan masa tahanan sebagai momentum penting untuk bertaubat dan menata masa depan. (yud/st)