Pembinaan Kepala Kankemenag terhadap Guru, Pegawai, dan Siswa MAN 3 Banyumas
Oleh MAN 3 Banyumas
Banyumas—Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, H. Aziz Muslim, M.Pd.I., menyampaikan pembinaan terhadap segenap guru, pegawai, dan siswa kelas XII MAN 3 Banyumas pada Sabtu (21/5) di Aula Mantibas. Pembinaan tersebut sekaligus dalam rangka memberikan pesan-pesan positif pada semua siswa kelas XII yang baru saja diwisuda. Kegiatan dimulai ba’da waktu sholat Dzuhur.
Dalam pembinaannya, Aziz Muslim menyampaikan rasa syukurnya, “Alhamdulillah MAN 3 Banyumas sudah bisa melaksanakan kegiatan wisuda dan pelepasan siswa secara offline. Apapun dan bagaimanapun, pembelajaran daring tetap memiliki berbagai keterbatasan sehingga tidak bisa berlangsung secara maksimal. Namun demikian, semoga tidak mengurangi kualitas akademik siswa.” Lebih lanjut Aziz menyampaikan bahwa generasi muda merupakan generasi penerus tongkat kepemimpinan. Oleh karena itu, Aziz berpesan, “Jadilah alumni yang selalu menjaga nama baik almamater karena kalian lulusan madrasah yang memiliki nilai plus. Banggalah menjadi lulusan madrasah. Jadilah alumni yang memiliki pemikiran yang cerdas, berhati mulia, memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik yang mampu menebarkan nilai-nilai kebaikan. Jadilah alumni yang memiliki keterampilan sehingga siap berkompetisi di era global dan dapat diterima di berbagai disiplin ilmu.” Aziz mengakhiri pesannya untuk alumni, “Semoga selepas dari Mantibas mampu melanjutkan pendidikan di berbagai disiplin ilmu. Jika bekerja, semoga mampu bersaing di bursa kerja dan mendapatkan pekerjaan dengan tetap menerapkan ilmu agama dalam keseharian. Saya bangga karena siswa Mantibas ternyata banyak diterima di Perguruan Tinggi dengan berbagai disiplin ilmu, ada yang diterima di STPDN, banyak juga yang diterima di TNI dan kepolisian. Oleh karena itu, kalian juga harus bangga menjadi bagian dari madrasah,” pungkasnya.
Aziz melanjutkan pembinaannya bagi guru dan pegawai Mantibas, “Bapak Ibu Guru, masa sekarang merupakan masa persaingan global. Maka semua guru dan pegawai harus siap bersaing demi kemajuan. Teknologi semakin maju. Kalau kemarin ada WFO dan WFH, pada masa mendatang diwacanakan WFA (Work From Anywhere). Perubahan harus kita ikuti. Apalagi sudah menerima tukin, maka kinerja juga harus selalu ditingkatkan,” ujarnya. Lebih lanjut Aziz menyampaikan bahwa guru juga memiliki tantangan moderasi. Guru harus mampu memahami bagaimana cara agar siswa bisa bersikap dan berperilaku moderat. Jangan sampai siswa tidak memiliki komitmen kebangsaan dan tidak mencintai tanah air. “Oleh karena itu, guru harus mampu meningkatkan akidah akhlak dan cara pandang siswa, agar memiliki pandangan yang moderat. Kalau ekstrem kanan tidak baik karena menganggap bahwa dirinya dan golongannya saja yang paling baik dan paling benar. Ekstrem kiri juga tidak baik karena tidak menganggap penting beragama. Maka, yang paling tepat adalah yang tengah-tengah, dengan menerapkan pandangan moderat. Ciri-ciri moderat adalah toleran, antikekerasan, berjiwa nasionalis, dan adaptif terhadap budaya kearifan lokal. Moderasi beragama menampakkan wajah asli beragama dan guru merupakan agen-agen moderasi beragama. Hal itu sebagai jalan tengah dalam merawat kebhinekaan, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945 sebagai konstitusi,” ucap Aziz penuh semangat. Terakhir, Aziz mengajak warga Mantibas untuk bisa menampilkan kearifan lokal melalui pembiasaan-pembiasaan dan berpesan kembali pada alumni, “Tetaplah menjadi anak sholih yang berbakti pada orang tua dan mampu menjunjung tinggi nilai-nilai religius dalam kehidupan keseharian, serta siap bersaing demi masa depan yang gemilang,” pungkasnya.
Pembinaan diakhiri dengan foto bersama guru dan pegawai Mantibas. Kegiatan berlangsung tertib dan lancar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
(Tim Media MAN 3 Banyumas)
