Penyuluh Agama Islam Sokaraja Sukses Gelar Bimluh BTA di Lapas Kelas IIA Purwokerto

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Konsistensi dan keistiqomahan menjadi kunci keberhasilan program Bimbingan dan Penyuluhan Baca Tulis Al-Qur'an (BTA) yang diselenggarakan oleh para Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Sokaraja di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto. Program ini telah berjalan selama lima bulan penuh, menunjukkan komitmen nyata dalam pembinaan mental dan spiritual warga binaan. Kamis (13/11)

Kegiatan Bimluh BTA ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Kamis setiap minggunya, menarik antusiasme tinggi dari para peserta. Tercatat, kurang lebih 100 warga binaan mengikuti program ini dengan semangat dan penuh keseriusan dalam setiap pertemuan.

Setiap sesi bimbingan diawali dengan pembacaan Asmaul Husna dan doa bersama, dilanjutkan dengan simakan Al-Qur'an untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami kitab suci. Bagian inti dari bimbingan adalah tatap muka satu per satu antara penyuluh dan warga binaan, serta kegiatan hafalan Juz 30, yang bertujuan memperkuat pondasi keagamaan dan akhlak.

Dalam pelaksanaannya, Penyuluh Agama Islam Sokaraja bekerja sama dengan rekan sejawat. Rikin, Penyuluh Agama Islam dari Sumbang, turut aktif memberikan bimbingan di Lapas Kelas IIA Purwokerto. Sementara itu, seluruh Penyuluh Agama Islam dari Sokaraja berpartisipasi penuh dalam program ini, menunjukkan kekompakan tim, kecuali para penyuluh perempuan yang memiliki agenda bimbingan di tempat lain.

Dukungan penuh datang dari pihak Lapas Kelas IIA Purwokerto. Marmin dan Febri selaku pihak yang bertanggung jawab atas pengamanan dan tata tertib Lapas, selalu hadir mendampingi warga binaan. Dedikasi mereka yang telaten dan tanpa kenal lelah sangat diapresiasi, menciptakan suasana bimbingan yang kondusif dan harmonis.

Program Bimluh BTA ini tidak hanya memberikan transfer ilmu, tetapi juga membawa dampak emosional yang positif bagi warga binaan. Salah seorang warga binaan yang menjadi peserta bimbingan mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya.

"Kami merasa senang dan bahagia sekali dibimbing oleh bapak-bapak Penyuluh Agama Islam. Mereka sabar dan telaten, membuat kami semakin semangat belajar agama dan membaca Al-Qur'an," tuturnya.

Keberhasilan program selama lima bulan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara Kementerian Agama dan Lapas Kelas IIA Purwokerto menjadi model ideal dalam upaya rehabilitasi dan pembinaan narapidana, membekali mereka dengan nilai-nilai spiritual sebagai bekal kembali ke masyarakat.