Penyuluh Ajak Jamaah Biasakan Berdoa dengan Khusyuk, Bentuk Rayuan dan Kedekatan kepada Allah SWT
Wangon – Mengajarkan doa dengan khusyuk kepada jamaah merupakan salah satu upaya meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui doa, seorang hamba dapat mencurahkan segala harapan, keluh kesah, serta permohonan kepada Sang Pencipta. Doa bukan sekadar rangkaian kata yang diucapkan, melainkan ungkapan cinta, kerendahan hati, dan bentuk rayuan seorang hamba kepada Allah SWT agar senantiasa mendapatkan rahmat dan pertolongan-Nya. Jum'at (06/11)
Sarifudin, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, mengajak jamaah untuk membiasakan berdoa dengan penuh kekhusyukan, kesungguhan, dan penghayatan. Menurutnya, ketika berdoa hendaknya seseorang menghadirkan hati, memahami apa yang dimohonkan, serta meyakini bahwa Allah SWT senantiasa mendengar setiap doa hamba-Nya. Doa menjadi kesempatan istimewa bagi manusia untuk mencurahkan isi hati dan menjalin kedekatan spiritual dengan Allah SWT.
“Berdoa itu ibarat rayuan seorang hamba kepada Allah SWT. Kita datang dengan segala kelemahan, menyampaikan harapan, memohon ampunan, dan meminta pertolongan-Nya. Karena itu, jangan hanya lisan yang bergerak, tetapi hati juga harus ikut hadir. Berdoalah dengan penuh keyakinan, kesabaran, dan ketulusan,” ungkap Sarifudin.
Salah seorang jamaah menyampaikan bahwa bimbingan berdoa secara khusyuk memberikan pemahaman bahwa doa harus dilakukan dengan penuh penghayatan, bukan sekadar menggugurkan kebiasaan. Jamaah juga diajak untuk tidak mudah berputus asa ketika permohonannya belum dikabulkan, karena Allah SWT mengetahui waktu dan kebutuhan terbaik bagi setiap hamba-Nya. Kebersamaan dalam berdoa juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Melalui kegiatan bimbingan keagamaan tersebut, Sarifudin berharap jamaah semakin terbiasa menjadikan doa sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hati yang khusyuk, lisan yang senantiasa berdzikir, dan keyakinan yang kuat, diharapkan tumbuh pribadi muslim yang lebih sabar, tawakal, serta senantiasa bergantung kepada Allah SWT. Sebab, doa adalah kekuatan orang beriman sekaligus jembatan untuk meraih ketenangan hidup dan keberkahan.(Srf)
