Penyuluh Bersinergi Rawat Ukhuwah Islamiyah di Tengah Masyarakat
Wangon — Penyuluh Agama Islam KUA Wangon terus berkomitmen memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui kegiatan pembinaan keagamaan dan pendekatan sosial kemasyarakatan. Sinergi antara penyuluh dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga persaudaraan, mempererat tali silaturahmi, serta menciptakan kehidupan umat yang rukun, damai, dan harmonis. Jumat (06/11)
Upaya merawat ukhuwah Islamiyah dilakukan melalui komunikasi, silaturahmi, kegiatan keagamaan, serta pendampingan masyarakat secara berkelanjutan. Penyuluh hadir tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam membangun kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong di lingkungan masing-masing.
Qudrat, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa menjaga persaudaraan sesama muslim merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat hendaknya tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati dan bekerja sama. "Ukhuwah Islamiyah harus terus dirawat melalui silaturahmi, saling menghargai, saling membantu, dan menjaga komunikasi yang baik. Penyuluh agama memiliki peran untuk mengajak masyarakat agar senantiasa mengedepankan persatuan dan kerukunan," ungkapnya.
Sementara itu, masyarakat menyambut baik kehadiran dan pendampingan penyuluh agama di tengah kehidupan sosial keagamaan. Masyarakat berharap kegiatan pembinaan dan silaturahmi dapat terus dilaksanakan sehingga hubungan antara penyuluh dan warga semakin dekat. "Kami merasa senang dengan adanya pendampingan penyuluh agama. Selain menambah wawasan keagamaan, kegiatan seperti ini juga mempererat persaudaraan dan mengingatkan kami pentingnya hidup rukun serta saling membantu," tutur salah seorang warga.
Melalui sinergi penyuluh agama dan masyarakat, KUA Wangon berharap nilai-nilai ukhuwah Islamiyah semakin tumbuh dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari. Semangat persaudaraan, toleransi, kepedulian, dan gotong royong menjadi modal penting dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan damai. Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata peran penyuluh agama dalam menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin di tengah masyarakat.(Srf)
