Penyuluh KUA Fasilitasi Program Rehabilitasi Keluarga di Rutan Banyumas

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Di balik dinding Rutan Kelas IIB Banyumas, program rehabilitasi dengan fokus pada penguatan hubungan sosial dan keluarga kembali dilaksanakan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, Muhamad Nuh dan rekannya, Dina Nurmarita. Jumat (21/11)

Program ini dirancang untuk membuka ruang hangat bagi warga binaan, membimbing mereka dalam merajut kembali ikatan yang sempat retak dengan keluarga dan masyarakat.

Dalam sesi yang berlangsung penuh makna, para pembina memandu berbagai kegiatan, mulai dari latihan komunikasi, konseling kelompok, hingga permainan peran. Tujuannya adalah merangkai ulang cara warga binaan menjalin hubungan, menata cara meminta maaf, dan menumbuhkan kembali rasa percaya.

Di tengah suasana yang reflektif, beberapa warga binaan secara terbuka membagikan pengalaman mereka.
“Saya dulu pikir keluarga itu ya pasti ada buat saya. Tapi di sini saya sadar, hubungan itu harus dijaga. Saya mau mulai dari kata maaf,” tutur salah satu warga binaan, menandakan adanya kesadaran akan pentingnya tanggung jawab emosional.

Warga binaan lain mengungkapkan motivasi untuk memperbaiki diri demi anak-anak mereka. “Anak saya mulai gede. Saya nggak mau dia cuma dengar cerita buruk tentang saya. Program ini bantu saya ngerti cara ngomong, cara hadir sebagai ayah, meski dari jauh,” ujarnya.

Pihak Rutan Kelas IIB Banyumas menegaskan bahwa program ini berperan sebagai jembatan penting. Jembatan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih stabil, lebih hangat, dan lebih siap menghadapi dunia luar tanpa membawa luka lama.

Meskipun kegiatan berakhir tanpa gemuruh, wajah-wajah yang terlihat lega menyiratkan bahwa perubahan positif sedang tumbuh perlahan. Langkah kecil yang difasilitasi oleh Penyuluh Agama Islam ini diharapkan dapat membawa para warga binaan lebih dekat pada kehidupan yang ingin mereka perbaiki, karena masa depan selalu memberi ruang bagi mereka yang berani mencoba lagi.