Penyuluh KUA Gumelar Ajak Wali Murid TK Diponegoro 161 Kenalkan Sifat Allah

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Pendidikan karakter anak bukan hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah, melainkan tugas utama orang tua di rumah. Menyadari hal tersebut, KUA Gumelar menggelar kegiatan pembinaan bagi wali murid di TK Diponegoro 161 Gumelar. Rabu (14/01/26).

Hadir sebagai pemateri, Kambali dan  Warto Amirudin, Penyuluh Agama Fungsional KUA Gumelar, menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai ketauhidan sejak usia emas. Dalam paparannya, ia mengajak orang tua untuk lebih aktif mengajarkan anak-anak mereka mengenal Sifat-Sifat Allah SWT.

Menurut  Kambali, mengenalkan sifat Allah kepada anak usia dini tidak harus dilakukan dengan cara yang berat. Ia menyarankan agar orang tua menyisipkan nilai-nilai tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

"Anak-anak adalah peniru yang hebat. Jika kita mengenalkan bahwa Allah itu Bashar (Maha Melihat), maka anak akan belajar jujur karena merasa selalu diawasi oleh Sang Pencipta," ujar Kambali di hadapan para wali murid yang hadir dengan antusias.

Poin penting dalam pembinaan tersebut menekankan pada peran orang tua sebagai cermin, di mana orang tua diposisikan sebagai madrasah pertama bagi anak sehingga keteladanan nyata dalam beribadah akan jauh lebih membekas di hati sanubari dibandingkan sekadar penyampaian teori. Selain keteladanan, pembinaan ini juga menyarankan penggunaan metode yang menyenangkan dalam mengenalkan sifat-sifat Allah, misalnya melalui lagu, cerita para nabi, atau pengamatan fenomena alam di sekitar rumah agar anak lebih mudah menyerap nilai-nilai ketauhidan. Terakhir, orang tua diarahkan untuk fokus membangun kedekatan emosional dengan mengajarkan bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang, sehingga sejak usia dini dalam diri anak telah tumbuh rasa cinta (mahabbah) yang kuat kepada Tuhannya.

Pihak TK Diponegoro 161 Gumelar menyambut baik inisiatif ini. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan keselarasan antara kurikulum agama di sekolah dengan pendidikan yang diterima anak di rumah.

Dengan bekal pengenalan sifat Allah yang kuat, diharapkan anak-anak generasi masa depan Gumelar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki spiritualitas yang kokoh dan berakhlakul karimah.