Penyuluh KUA Intensifkan Tahfidz di MI Maarif NU 1 Kedungwringin

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas – Upaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak dini terus digencarkan di wilayah Kecamatan Jatilawang. Melalui inisiatif program bimbingan rohani, Rais Rudiansyah Penyuluh Agama Islam dari KUA Jatilawang secara rutin hadir di tengah-tengah siswa MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin untuk memberikan kajian serta bimbingan Tahfidzul Qur'an. Langkah ini diambil sebagai bagian dari misi besar menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki spiritualitas yang kokoh. Rabu (21/01/26)

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dijadwalkan secara konsisten setiap hari Rabu dan Jumat. Kehadiran para penyuluh dari KUA Jatilawang di lingkungan madrasah menjadi angin segar bagi para guru dan siswa. Dalam pelaksanaannya, para siswa dibimbing untuk memperbaiki makhraj, memperlancar bacaan, hingga menghafal ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan metode yang interaktif dan menyenangkan agar para siswa tetap bersemangat dalam mengikuti setiap sesinya.

Pihak KUA Jatilawang menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pengabdian penyuluh kepada masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dasar. Dengan terjun langsung ke madrasah, penyuluh dapat memantau perkembangan karakter religius anak-anak secara berkala. Selain aspek hafalan, para penyuluh juga menyisipkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam setiap pertemuan, sehingga Al-Qur'an benar-benar menjadi pedoman perilaku harian bagi para siswa.

Kepala MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, kehadiran ahli dari KUA sangat membantu beban kerja guru dalam mengoptimalkan target hafalan siswa. Sinergi ini dianggap efektif karena menggabungkan kurikulum sekolah dengan keahlian teknis para penyuluh agama yang memang kompeten di bidang ilmu tajwid dan tahfidz.

Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi saat sesi klasikal maupun privat (setoran hafalan) berlangsung. Banyak dari mereka yang merasa lebih percaya diri dalam melafalkan ayat-ayat pendek karena mendapatkan bimbingan intensif dua kali seminggu. Program ini diharapkan dapat menjadi pilot project bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Jatilawang guna mempercepat pemberantasan buta aksara Al-Qur'an di kalangan generasi alfa.

Sebagai penutup, kegiatan rutin ini direncanakan akan terus dievaluasi dan dikembangkan kualitasnya. Ke depannya, KUA Jatilawang dan pihak Madrasah berharap para siswa tidak hanya sekadar hafal secara lisan, namun mampu memahami makna dasar dari ayat yang dihafal. Dengan komitmen yang berkelanjutan, impian melihat lahirnya para hafiz dan hafizah dari desa Kedungwringin dipastikan bukan sekadar angan-angan belaka.