Penyuluh KUA Kebasen Ajak Lansia Posdaya Al Istiqomah Perkuat Syukur dan Ikhlas

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Menghadapi usia senja dengan hati yang lapang adalah kunci kebahagiaan sejati. Hal inilah yang mendasari kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kebasen bagi Kelompok Lansia Posdaya Al Istiqomah, Desa Adisana. Rabu (14/01/26).

Kegiatan yang berlangsung hangat ini difokuskan pada pemberian motivasi spiritual agar para lansia mampu mengaplikasikan nilai syukur, sabar, dan ikhlas dalam menjalani sisa usia dengan penuh keberkahan.

Dalam paparannya, penyuluh menekankan bahwa di usia yang sudah lanjut, nikmat kesempatan hidup dan bernapas adalah karunia yang luar biasa.

"Kita harus tetap bersyukur masih diberikan waktu oleh Allah SWT. Dengan bersyukur, hati menjadi tenang dan hidup terasa lebih damai, karena kita fokus pada apa yang masih kita miliki, bukan pada apa yang hilang," ujar penyuluh di hadapan para jamaah lansia.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai kesabaran dalam menghadapi dinamika kehidupan, baik dari segi kesehatan yang mulai menurun, kondisi ekonomi, maupun dinamika keluarga. Penyuluh mengingatkan bahwa tidak ada kehidupan yang sepi dari ujian, namun sikap sabar akan mengubah beban menjadi pahala.

Penyuluh mengajak jamaah untuk tetap berprasangka baik (husnuzon) meski situasi tidak selalu sesuai dengan keinginan. "Tugas manusia adalah berusaha dan berdoa, namun pada akhirnya Tuhanlah yang menentukan. Sabar berarti tetap tenang meski kondisi sedang sulit," tambahnya.

Sebagai penutup bimbingan, para lansia diajak untuk menyelami makna ikhlas yang mendalam. Ikhlas digambarkan sebagai kemampuan menjaga niat agar tidak terbelenggu oleh pujian manusia ataupun merasa sakit hati saat tidak dianggap oleh lingkungan sekitar—baik oleh pasangan, anak, maupun teman.

Penyuluh berpesan agar para lansia belajar untuk melupakan kebaikan yang pernah mereka lakukan di masa lalu. "Satu-satunya yang kita butuhkan di usia ini adalah rida Allah SWT. Dengan melepas harapan akan penghargaan manusia, hidup akan terasa jauh lebih ringan," pungkasnya.

Kegiatan Bimluh ini diakhiri dengan doa bersama, membawa harapan agar para lansia di Desa Adisana tetap sehat secara jasmani dan senantiasa memiliki jiwa yang tangguh serta bahagia di bawah naungan kasih sayang Allah SWT.