Penyuluh Laksanakan Bimbingan Kerohanian dan Pembelajaran Al-Quran di Lapas Narkotika Kelas IIB Purwokerto
Oleh KUA Purwokerto Utara
Purwokerto — Penyuluh Agama Islam Kabupaten Banyumas melaksanakan kegiatan bimbingan kerohanian dan pembelajaran Al-Qur’an bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Purwokerto. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang bertujuan memperkuat mental dan spiritual warga binaan. Kamis (15/01/26)
Kegiatan bimbingan tersebut diikuti oleh warga binaan dengan penuh antusias dan dilaksanakan dalam suasana yang tertib serta kondusif. Pembinaan keagamaan menjadi salah satu aspek penting dalam proses pemasyarakatan guna membantu warga binaan memperbaiki diri dan menata kehidupan yang lebih baik ke depan.
Dalam kegiatan ini, KUA Purwokerto Utara diwakili oleh Penyuluh Agama Islam, Riyanto. Kehadiran perwakilan dari KUA Purwokerto Utara merupakan bentuk dukungan terhadap program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Bimbingan kerohanian yang diberikan meliputi penguatan nilai-nilai keimanan, pembinaan akhlak, serta penyampaian nasihat keagamaan yang menyejukkan. Materi disampaikan dengan pendekatan persuasif dan humanis agar mudah dipahami serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain bimbingan kerohanian, kegiatan juga diisi dengan pembelajaran Al-Qur’an, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, tahsin bacaan, hingga pendalaman pemahaman dasar Al-Qur’an. Pembelajaran dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan latar belakang masing-masing warga binaan.
Kegiatan belajar Al-Qur’an ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta membiasakan warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Diharapkan melalui pembelajaran ini, warga binaan memperoleh ketenangan batin dan motivasi untuk terus memperbaiki diri.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Lapas Narkotika Kelas IIB Purwokerto dengan dukungan penuh dari pihak lembaga pemasyarakatan. Sinergi antara penyuluh agama dan pihak lapas menjadi faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan pembinaan tersebut.
Bimbingan keagamaan ini juga menjadi sarana dialog antara penyuluh dan warga binaan. Melalui dialog yang terbuka, warga binaan dapat menyampaikan pertanyaan maupun permasalahan yang dihadapi, sehingga pembinaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Penyuluh Agama Islam berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perubahan sikap dan perilaku warga binaan. Pembinaan keagamaan diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih sabar, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran spiritual yang kuat.
Kegiatan bimbingan kerohanian dan pembelajaran Al-Qur’an ini merupakan wujud komitmen penyuluh agama dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIB Purwokerto dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih baik serta memiliki bekal keimanan dan akhlak yang kuat ketika kembali ke tengah masyarakat.
