HUT RI #81

Penyuluh Sampaikan Kajian Tematik Surat Al-Jatsiyah dalam Simakan Quran Juz ke-25

K
KUA Purwokerto Barat
26 Okt 2026
6x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 26-10-2026 17:02
SHARE

Purwokerto – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Barat, Iswanto, menyampaikan kajian tematik Surat Al-Jatsiyah ayat 15 dan 24 dalam kegiatan Simakan Qur’an Juz ke-25 yang rutin diselenggarakan di Majelis Simakan Qur’an Al Husaini, Masjid Baitul Muttaqin, Rejasari. Minggu (25/10).

Kegiatan tersebut diikuti oleh segenap jamaah masjid dan warga sekitar dengan penuh khidmat. Selain menjadi sarana membaca dan menyimak Al-Qur’an secara bersama-sama, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperdalam pemahaman terhadap kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kajian tematiknya, Iswanto mengangkat pesan-pesan yang terkandung dalam Surat Al-Jatsiyah ayat 15 dan 24. Kedua ayat tersebut mengandung pelajaran penting mengenai tanggung jawab manusia atas perbuatannya serta pentingnya memahami kehidupan berdasarkan petunjuk Allah SWT.

Surat Al-Jatsiyah ayat 15 menjelaskan bahwa siapa pun yang mengerjakan kebajikan, maka manfaatnya akan kembali kepada dirinya sendiri. Sebaliknya, orang yang berbuat keburukan juga akan menanggung akibat dari perbuatannya. Ayat ini mengingatkan umat Islam agar senantiasa menjaga perilaku, memperbanyak amal saleh, dan menyadari bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

Sementara itu, Surat Al-Jatsiyah ayat 24 memberikan peringatan tentang pandangan yang menganggap bahwa kehidupan hanya sebatas kehidupan di dunia, tanpa memperhatikan kehidupan akhirat. Ayat tersebut mengajak manusia untuk merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT serta menyadari bahwa kehidupan dan kematian berada dalam ketetapan-Nya.

Melalui kajian tersebut, jamaah diajak untuk menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan pedoman hidup yang senantiasa dipahami, direnungkan, dan diamalkan. Pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dalam berbuat kebaikan, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat tanggung jawab moral dan spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Pelaksanaan Simakan Qur’an Juz ke-25 ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an secara berkelanjutan. Dengan adanya kajian tematik, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat tradisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga memberikan ruang bagi jamaah untuk menggali makna dan pesan yang terkandung di dalamnya.

Melalui kegiatan rutin di Majelis Simakan Qur’an Al Husaini, diharapkan semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, Al-Qur’an dapat terus menjadi sumber petunjuk dan inspirasi dalam membangun kehidupan yang religius, berakhlak mulia, serta berorientasi pada kebaikan dunia dan akhirat. (is)