Penyuluh Selenggarakan Bimbingan dan Penyuluhan Rutin di MI Miftahul Huda Selandaka Sumpiuh

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan Baca Tulis Al-Qur'an (BTA) bagi para siswa, Penyuluh Agama Islam, Laeli Najihah, mengadakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (bimluh) rutin di MI Miftahul Huda, Selandaka, Sumpiuh. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja PAI dalam membina dan mendampingi masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan pendidikan formal, agar memiliki pemahaman dan keterampilan yang kuat dalam membaca serta menulis Kitab Suci Al-Qur'an. Kamis (20/11)

Kegiatan bimluh BTA ini dilaksanakan secara terstruktur dengan menyasar siswa-siswi pada tingkat yang membutuhkan penguatan dasar. Laeli Najihah menyampaikan bahwa penguatan BTA sangat krusial sebagai pondasi awal pendidikan agama Islam.
"Kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an adalah gerbang utama bagi setiap Muslim untuk memahami ajaran agama. Melalui bimluh rutin ini, kami berupaya memastikan bahwa setiap siswa MI Miftahul Huda memiliki kemampuan dasar BTA yang baik dan benar," ujar Laeli.

Metode yang digunakan dalam bimluh ini meliputi:
1. Pendalaman Makharijul Huruf (tempat keluarnya huruf)
2. Perbaikan Tajwid (tata cara membaca Al-Qur'an yang baik dan benar)
3. Praktik Membaca secara individual 
4. Pemberian motivasi agar siswa rajin dan ikhlas dalam belajar Al-Qur'an.

Kepala MI Miftahul Huda, Fuad Yulianto, menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif serta konsistensi Laeli Najihah. Pihak madrasah menilai bahwa kehadiran penyuluh secara rutin memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah.
"Kami sangat berterima kasih atas dedikasi Ibu Laeli. Bimbingan rutin ini bukan hanya sekadar mengajar membaca, tetapi juga menanamkan cinta terhadap Al-Qur'an kepada anak-anak sejak dini. Kami berharap sinergi antara madrasah dan PAI ini terus berlanjut," ujarnya.

Kegiatan bimluh BTA ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara Kementerian Agama melalui peran Penyuluh Agama Islam dengan institusi pendidikan dalam mencetak generasi yang Qur'ani.