Perkokoh Tiang Agama, Penyuluh KUA Gumelar Ajak Jamaah MT Nurul Iman Cihonje Jaga Sholat Lima Waktu
Oleh HUMAS
?Gumelar — Kantor Urusan Agama (KUA) Gumelar terus mengintensifkan pembinaan mental spiritual bagi masyarakat. Komitmen ini kembali diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan keagamaan yang menghadirkan Penyuluh Agama Islam Fungsional, Kambali, di Majelis Taklim (MT) Nurul Iman, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Kamis (23/07)
?Dalam kegiatan pembinaan yang berlangsung khidmat tersebut, materi utama yang dibedah secara mendalam berfokus pada urgensi dan keutamaan menjaga sholat lima waktu sebagai pilar utama keislaman. ?Di hadapan para jamaah Majelis Taklim Nurul Iman, disampaikan bahwa sholat fardhu bukan sekadar rutinitas atau kewajiban ritual harian belaka, melainkan tolok utama amal seseorang sekaligus tiang penopang agama.
?"Sholat adalah tiang agama. Barang siapa mendirikannya, maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa meninggalkannya, berarti ia telah merobohkan agama."
?Beberapa poin penting yang dikupas dalam penyuluhan tersebut meliputi:
- ?Pembeda Utama: Sholat lima waktu merupakan garis pemisah esensial antara keimanan dan kelalaian, yang harus dijaga kualitas serta kekhusyukannya.
- ?Pencegah Perbuatan Keji dan Munkar: Pelaksanaan sholat yang didirikan dengan thuma'ninah dan penghayatan maknanya terbukti mampu menjadi benteng moral serta pengendali diri dari perilaku negatif dalam kehidupan sehari-hari.
- Kedisiplinan Spiritual: Jadwal sholat lima waktu mengajarkan kedisiplinan tinggi, ketepatan waktu, serta sarana komunikasi vertikal yang paling dekat antara seorang hamba dan Sang Pencipta.
?Melalui kegiatan pembinaan rutin ini, pihak KUA Gumelar berharap kesadaran beragama masyarakat Desa Cihonje semakin meningkat, menjadikan sholat lima waktu sebagai kebutuhan batin yang utama, serta mempererat kebersamaan dan kerukunan antarwarga di lingkungan sekitar.
