Perkuat Layanan Hingga Pelosok Desa, KUA Gumelar Intensifkan Koordinasi Kepala Kantor dan Penyuluh
Oleh HUMAS
Banyums – KUA Gumelar terus berupaya meningkatkan efektivitas layanan keagamaan di masyarakat melalui koordinasi rutin antara Kepala KUA dan jajaran Penyuluh Agama Islam. Mengingat luasnya letak geografis wilayah Gumelar, sinergi ini menjadi kunci utama agar setiap warga di pelosok desa mendapatkan akses layanan yang setara dan akurat. Kamis (15/01/26)
Dalam agenda koordinasi terbaru, Kepala KUA Gumelar menekankan pentingnya peran penyuluh sebagai ujung tombak informasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat desa.
Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah sinkronisasi program kerja lapangan. Kepala KUA memastikan bahwa visi kementerian tersampaikan secara konsisten, mulai dari sosialisasi moderasi beragama untuk menjaga kerukunan umat, hingga keterlibatan aktif penyuluh dalam program nasional pencegahan stunting. Melalui edukasi kesehatan dari perspektif agama kepada calon pengantin (Catin), penyuluh diharapkan mampu menekan angka stunting sekaligus mengampanyekan pentingnya kedewasaan usia nikah untuk menurunkan angka pernikahan dini.
Dari sisi manajerial, koordinasi ini menekankan penguatan administrasi melalui aplikasi E-PAI. Seluruh penyuluh didorong untuk melaporkan kinerja secara tepat waktu dan transparan. Selain itu, dilakukan validasi data rumah ibadah (masjid/mushola), TPQ, dan Majelis Taklim se-Kecamatan Gumelar guna memastikan basis data keagamaan tetap mutakhir dan valid.
Dalam rangka optimalisasi layanan bimbingan masyarakat, berbagai agenda spesifik terus diperkuat guna memberikan dampak nyata bagi warga. Upaya ini mencakup penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan (Binwin) melalui penjadwalan kelas yang lebih komprehensif agar calon pengantin memiliki kesiapan lahir dan batin yang matang. Selain itu, aspek pemberdayaan ekonomi turut menjadi prioritas melalui pendampingan intensif sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM di wilayah Gumelar guna meningkatkan daya saing produk lokal. Sementara di bidang sosial keagamaan, dilakukan penguatan tata kelola zakat dan wakaf, yang meliputi pengamanan aset tanah wakaf serta optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) demi mewujudkan kesejahteraan umat yang lebih merata.
Koordinasi rutin ini terbukti memberikan dampak positif bagi pelayanan publik. Dengan komunikasi yang solid, setiap masalah keagamaan yang muncul di desa dapat terdeteksi secara dini dan dicarikan solusinya dengan cepat oleh Kepala KUA.
"Solidaritas antara pejabat struktural dan fungsional adalah modal utama kami untuk memberikan pelayanan prima. Meskipun jarak geografis antar desa cukup menantang, kami berkomitmen tidak boleh ada satu desa pun yang tertinggal dari layanan keagamaan," tegas Kepala KUA Gumelar.
