Perkuat Pemahaman Ibadah, Penyuluh KUA Gumelar Beri Penyuluhan Keutamaan Ilmu Fiqh di MT Sifaul Qulub Cihonje

Oleh HUMAS
SHARE

?Gumelar — Kantor Urusan Agama (KUA) Gumelar terus konsisten dalam meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan masyarakat melalui jalur pendidikan nonformal. Sebagai bentuk nyata pembinaan umat, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar, Kambali, kembali hadir melaksanakan kegiatan penyuluhan dan bimbingan keagamaan di tengah-tengah masyarakat. Rabu (22/07)

?Kegiatan penyuluhan kali ini dipusatkan di Majelis Taklim (MT) Sifaul Qulub yang berada di lingkungan RW 10, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Acara yang dihadiri oleh puluhan jamaah ini berlangsung khidmat dengan mengangkat tema utama "Keutamaan Ilmu Fiqh".  

?Dalam pemaparannya, Kambali menekankan bahwa ilmu fiqh memiliki kedudukan yang sangat krusial dalam Islam. Fiqh adalah instrumen utama yang membimbing manusia untuk memahami tata cara beribadah yang sah dan benar sesuai dengan tuntunan syariat, mulai dari bersuci (thaharah), salat, zakat, hingga muamalah sehari-hari.

?"Ilmu fiqh adalah peta jalan bagi seorang Muslim dalam menjalankan kewajiban syariatnya sehari-hari. Tanpa pemahaman fiqh yang benar, amal ibadah yang kita kerjakan bisa jadi tidak memenuhi syarat dan rukun yang telah ditetapkan," ujar Kambali di hadapan para jamaah.

Beberapa poin penting yang disampaikan dalam penyuluhan tersebut meliputi:

  1. ?Landasan Amal Ibadah: Semua amal ibadah wajib dilandasi dengan ilmu agar diterima oleh Allah SWT. Mempelajari fiqh ibadah adalah fardhu 'ain bagi setiap Muslim.
  2. Pembeda yang Hak dan Batil: Dengan memahami ilmu fiqh, masyarakat dapat membedakan antara perbuatan yang sah, makruh, halal, maupun haram dalam kehidupan sehari-hari
  3. ?Menyempurnakan Kualitas Ibadah: Penyuluhan ini juga mengarahkan jamaah agar senantiasa mengevaluasi kualitas ibadah harian mereka agar senantiasa berpedoman pada mazhab yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

?Kehadiran Penyuluh Agama Islam di Majelis Taklim Sifaul Qulub ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para jamaah RW 10 Desa Cihonje. Suasana kebersamaan tampak jelas dari interaksi aktif dan sesi tanya jawab yang interaktif seputar persoalan ibadah praktis yang kerap ditemui di tengah masyarakat.

?Melalui kegiatan rutin seperti ini, KUA Gumelar berharap sinergi antara lembaga keagamaan dan masyarakat akar rumput semakin kuat. Hal ini diharapkan mampu membentuk masyarakat Desa Cihonje yang tidak hanya religius secara spiritual, tetapi juga cerdas secara fikih dalam menjalankan kehidupan beragama sehari-hari.