HUT RI #81

Perkuat Sinergi Madrasah dan Keluarga Dalam Mendidik Generasi Berakhlak Mulia

M
MTSN3 Banyumas
26 Okt 2026
11x dibaca
Diubah oleh yudi pada 26-10-2026 13:02
SHARE

BANYUMAS - Suasana Mushala Al-Mujahidin MTs Negeri 3 Banyumas terasa hangat dan penuh makna. Madrasah menyelenggarakan kegiatan Kajian Ahad Pagi dan Parenting bagi wali murid kelas VIII sebagai upaya mempererat sinergi antara madrasah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana berbagi ilmu dan penguatan komitmen bersama agar pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh kuat di lingkungan keluarga. Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh ananda Siti Robiah, murid kelas IX A, menghadirkan suasana khidmat dan mengingatkan seluruh hadirin akan pentingnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam mendidik generasi. Minggu (25/10)

Kepala MTs Negeri 3 Banyumas, H. Sudir,  dalam sambutan sekaligus wejangan menyampaikan pentingnya membangun keselarasan antara pendidikan di madrasah dan pengasuhan di rumah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak membutuhkan sinergi yang kuat antara guru dan orang tua, bukan berjalan sendiri-sendiri. Orang tua perlu meluangkan waktu untuk memperhatikan anak, mendengarkan cerita mereka, memahami kebutuhan mereka, serta memastikan nafkah yang diberikan kepada keluarga bersumber dari rezeki yang halal. Beliau juga mengingatkan bahwa ibu merupakan madrasah pertama bagi anak. Ketika seorang ibu dipersiapkan dengan baik dalam mendidik, membimbing, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan, maka insyaallah akan lahir generasi yang hebat. Doa ibu pun menjadi kekuatan spiritual yang sangat berharga dalam perjalanan hidup anak. Di tengah perkembangan zaman, orang tua juga perlu hadir mendampingi anak di era digital, memberikan arahan, pengawasan, dan keteladanan. Madrasah dan orang tua harus berada dalam satu frekuensi, menyatukan langkah dan tujuan demi masa depan anak-anak.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi parenting yang disampaikan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) kelas VIII, Dewi Nawangsari,  Dalam pemaparannya, ia menekankan tiga hal penting dalam pola pengasuhan anak, yaitu keteladanan melalui perilaku nyata orang tua, kelekatan atau attachment yang terbangun melalui kedekatan emosional antara anak dan orang tua, serta ketenangan orang tua dalam mendampingi dan mengasuh anak. Ketiganya merupakan fondasi penting yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak tidak cukup hanya dinasihati, tetapi juga perlu melihat contoh nyata dari orang-orang terdekatnya. Kedekatan emosional membuat anak merasa aman untuk bercerita dan menyampaikan persoalan yang dihadapi, sedangkan ketenangan orang tua membantu menciptakan suasana pengasuhan yang lebih positif. Melalui materi ini, wali murid diajak untuk terus belajar memahami anak, merespons perilakunya dengan bijak, dan membangun komunikasi yang hangat tanpa kehilangan ketegasan dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan.

Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah pertemuan antara wali murid dan wali kelas masing-masing. Pada kesempatan tersebut, wali kelas menyampaikan informasi mengenai perkembangan murid selama tiga bulan terakhir, mulai dari hafalan surat, capaian prestasi, perkembangan belajar dan perilaku, hingga berbagai permasalahan umum yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertemuan ini memberikan kesempatan kepada orang tua untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai keseharian anak di madrasah. Wali murid pun menyambut positif kegiatan tersebut karena mendapatkan informasi secara langsung dan memiliki ruang untuk berkomunikasi dengan wali kelas mengenai perkembangan putra-putri mereka. Dialog yang terjalin menjadi langkah penting dalam membangun pemahaman bersama, sehingga pendampingan anak dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkesinambungan.

Melalui Kajian Ahad Pagi dan Parenting Kelas VIII ini, MTs Negeri 3 Banyumas kembali meneguhkan komitmennya bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian, komunikasi, dan kerja sama yang berkelanjutan. Wali kelas berharap sinergi antara madrasah, wali kelas, dan wali murid semakin kuat dalam menyatukan visi dan misi pendidikan, yakni membentuk generasi yang berakhlak mulia, memiliki prestasi positif, serta siap menghadapi tantangan masa depan. Sebab, anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan yang baik di madrasah, tetapi juga kasih sayang, perhatian, keteladanan, dan doa yang tulus dari keluarga. Ketika rumah dan madrasah berjalan seiring, insyaallah tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas dalam pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam akhlak dan bijak dalam menjalani kehidupan.(Hum/tum)