Sorogan : Metode Warisan Ulama yang Tak Lekang Oleh Zaman

Oleh KUA KEMRANJEN
SHARE

Banyumas – Ditengah arus digitalisasi pendidikan dan perkembangan teknologi yang pesat, metode sorogan tetap menjadi tradisi pesantren yang terjaga eksistensinya. Metode ini merupakan warisan para ulama yang telah terbukti efektif dalam pembelajaran kitab dan Al-Qur’an, serta membentuk kedekatan antara guru dan santri. Kamis (06/11)

Meskipun zaman telah berubah, sorogan tetap relevan. Dalam metode ini, santri membaca langsung di hadapan guru, kemudian guru membenarkan bacaan serta menjelaskan makna dan kandungannya. Keistimewaan utama dari metode ini adalah santri bisa tawajjuh kepada guru, sehingga keberkahan ilmu diyakini lebih kuat melekat.

Salah satu ASN KUA Kemranjen, Ning Zulaikha mengungkapkan "Sorogan bukan sekadar belajar, tapi juga bentuk adab dan spiritualitas dalam menuntut ilmu. Ada keberkahan dari kedekatan dan tatapan langsung dengan guru,” ujarnya

Tradisi ini juga menjadi sarana pembinaan kesabaran, ketekunan, dan adab dalam belajar yang tidak ditemukan dalam sistem pembelajaran instan.  

Semoga dengan tetap lestarinya metode sorogan, santri-santri di Indonesia diberikan keistiqomahan dalam mengaji dan menuntut ilmu, serta menjadi generasi yang cinta ulama dan Al-Qur’an. (wu)