Tantangan TKA Berbasis Komputer di MA Al Hidayah
Oleh HUMAS
Banyumas – Pengawas Madrasah, Siti Muflikhah (I'ah), melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tes Kemampuan Akademik (TKA) di MA Al Hidayah Purwojati. Meskipun ujian berjalan lancar, Monev ini menyingkap tantangan serius yang dihadapi madrasah dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer. Rabu (06/11)
I'ah tiba pukul 07.40 WIB dan menyaksikan persiapan ujian yang harus dibagi menjadi dua sesi, yakni Sesi 1 (08.00–10.00) dan Sesi 2 (10.30–12.30), karena jumlah siswa (40 orang) melebihi jumlah unit komputer yang tersedia (20 unit).
Kepala MA Al Hidayah, Ngadli, menyampaikan syukur sekaligus harapannya. "Kemarin sempat ada laptop yang ngelag (lambat) di hari pertama, untungnya masih bisa diganti. Alhamdulillah aman," ujarnya.
Ngadli menambahkan, sebagian besar komputer yang digunakan sudah tua, bahkan sebagian adalah laptop milik guru. "Kami sangat berharap bisa mendapatkan bantuan PC atau laptop baru agar ujian tidak lagi terkendala lag dan kami tidak perlu meminjam perangkat guru," harapnya.
Tantangan lain disuarakan oleh Waka Kurikulum, Septi. "Ruangan ini cukup panas, padahal sudah ada empat kipas angin. Pagi hari saja sudah terasa panas, apalagi sesi siang. Kami sangat berharap ada bantuan AC untuk Lab Komputer," keluhnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Siti Muflikhah menyampaikan pesan dari Kepala Kemenag Banyumas. Beliau berpesan agar Kepala Madrasah membangun networking seluas-luasnya.
"Membangun jejaring itu sangat penting, agar sewaktu-waktu ada banyak manfaat yang diterima dan ada pihak yang bisa meringankan beban madrasah," kata I'ah.
Monev TKA di MA Al Hidayah Purwojati ditutup dengan harapan agar madrasah semakin jaya, bertambah jumlah siswa, dan terus menorehkan prestasi. (i'ah/del)
