Tingkatkan Kualitas Rumah Tangga: Bimwin Mandiri KUA Bekali Calon Pengantin
Oleh KUA KEMRANJEN
Banyumas - Rofiqoh, seorang Penyuluh Agama Islam dari KUA Kemranjen, mengadakan program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri. Program ini menjadi langkah penting bagi calon pengantin untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh sebelum melangsungkan pernikahan. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting seperti persiapan mental, fisik, sosial, dan finansial. Kamis (04/12)
Dalam sesi pertama, Rofiqoh menekankan pentingnya mempersiapkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Calon pengantin diajarkan cara membangun hubungan yang harmonis dan penuh kasih sayang. Materi ini relevan dengan QS. An-Nisa 4:21 yang menjelaskan bahwa pernikahan adalah ikatan yang kokoh, dimana suami dan istri harus saling menghormati dan memperlakukan dengan baik.
Sesi berikutnya berfokus pada upaya membentuk generasi berkualitas. Rofiqoh mengutip QS. An-Nisa’ ayat 9 yang menekankan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak-anak mereka agar tidak menjadi generasi yang lemah. Pendidikan dan pola asuh yang baik menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi emas yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Keuangan merupakan salah satu aspek krusial dalam kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu, para calon pengantin diberi pembekalan tentang cara memenuhi kebutuhan dan mengelola keuangan keluarga dengan bijak. Rofiqoh juga menyampaikan pentingnya komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan masalah keluarga, sesuai dengan prinsip mu’asyaroh bil-ma’ruf.
Program Bimwin ini diikuti oleh pasangan calon pengantin dengan antusias. Mereka menyadari urgensi bimwin sebagai langkah awal untuk membangun keluarga yang kokoh dan harmonis. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh dari program ini diharapkan dapat diterapkan sepanjang kehidupan berumah tangga.
Rofiqoh juga menjelaskan lima pilar perkawinan yang kokoh, yaitu:
1. Suami dan isteri meyakini bahwa mereka berpasangan (zawwaj).
2. Memahami bahwa perkawinan adalah ikatan yang kokoh (QS. An-nisa/ 4:21).
3. Memperlakukan pasangan dengan bermartabat (mu’asyaroh bil-ma’ruf).
4. Menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
5. Meyakini ridho Allah tergantung pada ridho suami/istri (al-Baqarah/2:233).
Tidak hanya teori, materi yang diberikan dalam Bimwin ini juga berisi praktik nyata yang akan berguna seumur hidup. Dengan bekal ilmu yang didapat, diharapkan pasangan calon pengantin siap menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga dan mampu melahirkan generasi emas yang membanggakan.
KUA Kemranjen menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan keluarga yang kokoh melalui program Bimwin Mandiri. Kehadiran bimbingan ini sangat penting bagi calon pengantin dalam membangun pondasi rumah tangga yang kuat, harmonis, dan berkualitas. Dengan demikian, setiap keluarga dapat berkontribusi positif dalam masyarakat dan melahirkan generasi penerus yang luar biasa. (aa)
